Jumat, 09 Mei 2014

Kelainan dan Gangguan Pada Sistem Reproduksi

Gangguan Pada Sistem Reproduksi Pria
  • Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.

  • Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.
  • Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.
  • Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.
  • Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.
  • Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
  • Anorkidisme
Anorkidisme adalah penyakit dimana testis hanya bejumlah satu atau tidak ada sama sekali.
  • Hyperthropic prostat
Hyperthropic prostat adalah pembesaran kelenjar prostat yang biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50 tahun. Penyebabnya belum jelas diketahui.
Bengkak Prostat
Bengkak Prostat
Gambar 1. Hyperthropic prostat

  • Hernia inguinalis
Hernia merupakan protusi/penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan.
  • Kanker prostat
Gejala kanker prostat mirip dengan hyperthropic prostat. Menimbulkan banyak kematian pada pria usia lanjut.
  • Kanker testis
Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).
testis_normal
Gambar 2. Kanker testis

  • Impotensi
Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi ataupun mempertahankan ereksi penis pada pada hubungan kelamin yang normal.
  • Infertilitas (kemandulan)
Yaitu ketidakmampuan menghasilkan ketururan. Infertilitas dapat disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita. Pada pria infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum. Hal ini dapat disebabkan oleh:
- Gangguan spermatogenesis, misalnya karena testis terkena sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, atau gangguan hormon
- Tersumbatnya saluran sperma
- Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit

Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita
  • Gangguan menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi.
  • Kanker vagina
Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.
  • Kanker serviks
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.
  • Kanker ovarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.
  • Kanker rahim
Kanker rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.
  • Kanker payudara
Yaitu tumor yang bersifat ganas. Kanker payudara banyak terdapat pada wanita yang telah menopause. Pengobatannya dengan operasi, sinar radio aktif, dan obat-obatan.
untitled-kanker-payudara1
Gambar 3. Kanker payudara

  • Fibroadenoma
Yaitu tumor yang bersifat jinak. Gejalanya berupa benjolan kenyal pada payudara. Pengobatannya dengan operasi.
  • Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser.
  • Infeksi vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri.
  • Condyloma
Yaitu tumbuhnya bejolan keras berbungkul seperti bunga kol atau jengger ayam atau dikenal sebagai kutil kelamin. Kutil kelamin atau condyloma merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), atau virus yang menyebabkan keganasan pada jaringan. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung secara seksual dengan penderita HPV lainnya. Penyakit ini ditemukan di seputar alat kelamin bagian luar, di dalam liang vagina, di sekitar anus, hingga mulut rahim. Jika sampai menginfeksi leher rahim, dapat menyebabkan kanker mulut rahim atau kanker serviks. Kutil kelamin dapat diobati dengan obat oles, suntik, maupun tindakan operasi. Untuk tindakan operatif dapat dilakukan dengan menggunakan alat kotter (pemotong) oleh tenaga medis. Pengobatan bisa dilakukan dengan obat topikal (oles).
  • Bartolinitis
Yaitu infeksi pada kelenjar bartolin. Bartolinitis dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia, Gonorrhea, dsb. Bartolinitis dapat menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina. Akibat penyumbatan ini, lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). Untuk mengatasinya, pemberian antibiotik untuk mengurangi radang dan pembengkakan. Jika terus berlanjut, dokter akan melakukan tindakan operatif untuk mengangkat kelenjar yang membengkak.
  • Vulvovaginatis
Merupakan suatu peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih/putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme misalnya Gardnerella vagimalis, Trichomonas vaginalis, Candida albicans, virus herpes, Candyloma accuminata, dll.
  • Candidiasis / keputihan
Yaitu munculnya gumpalan seperti endapan susu berwarna putih. Disebabkan karena infeksi jamur Candida albicans. Keputihan ini dapat muncul akibat ketidakseimbangan hormonal yang disebabkan oleh kegemukan, pasca menstruasi, kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi hormonal, pengunaan obat-obatan steroid, kondisi organ intim yang terlalu lembap, dan lainnya. Juga bisa merupakan akibat dari gula darah yang tidak terkontrol. Penanganan untuk candidiasis cukup dengan menjaga kebersihan dan kelembapan organ intim wanita. Peggunaan sabun khusus pembersih vagina dan menjaga agar di bagian intim tak terlalu lembap bisa dilakukan. Namun, jika memang tak tertahankan dan menimbulkan gatal yang amat sangat, dapat diberikan obat antijamur misalnya triazol atau imidazol.
  • Kista ovarium
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.
kanker-ovarium-1
Gambar 4. Kista ovarium

  • Infertilitas (kemandulan)
Pada wanita infertilitas disebabkan oleh:
- Kerusakan pada ovarium karena infeksi, racun, atau sinar radio aktif sehingga pembentukan ovum terganggu
- Penyumbatan pada tuba fallopi
- Gangguan sistemik, misalnya gangguan hormon, diabetes mellitus, dsb
Sexually Transmitted Disease
Selain kelainan-kelainan di atas, ada juga beberapa penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin (Sexually Transmitted Disease), yaitu:
  • Syphilis
Syphilis ialah penyakit menular yang disebabkan oleh suatu bakteri berbentuk spiral yaitu Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh, dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau badaniah yang intim (misalnya ciuman), melalui transfusi darah, serta melalui plasenta dari ibu ke bayinya.
  • Gonorrhoea
Gonorrhoea ialah suatu penyakit akut yang menyerang selaput lendir dari uretra, serviks, rectum, kadang-kadang mata. Penyakit ini disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
  • Herpes Simplex Genitalis
Merupakan gangguan pada bagian luar kelamin berupa gelembung-gelembung berisi cairan. Gelembung air diakibatkan karena infeksi virus Herpes (HSV2). Gejalanya dapat berupa demam dan menimbulkan sensasi perih bila tersentuh. Bila menginfeksi sampai bagian dalam organ intim wanita, virus ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga rasa pegal di area pinggang. Pengobatan penyakit ini dengan obat antivirus. Pencegahannya dilakukan dengan menjaga daerah organ intim agar tidak terlalu lembap dan tetap bersih.

(IMS)
Berikut ini tanda-tanda penyakit menular seksual (PMS) yang perlu anda ketahui:
  1. Muncul rasa gatal di alat kelamin.
  2. Keluar cairan dari penis pada pria, dan pada wanita kerap keluar kotoran dari vagina.
  3. Merasa nyeri di daerah kelamin saat melakukan hubungan seksual dan saat buang air kecil.
  4. Pada kasus penularan melalui oral seks, kerongkongan terasa sakit atau rasa terbakar dan kemungkinan muncul luka di tenggorokan.
  5. Pada kasus anal seks, muncul rasa sakit dan nyeri di anus.
  6. Muncul luka berwarna merah tapi tidak sakit di daerah kelamin, kerongkongan, anus atau lidah, tergantung jenis hubungan seksual yang dilakukan ketika tertular penyakit.
  7. Muncul bintik-bintik merah di kulit dan telapak tangan dan kaki terasa bersisik.
  8. Ketika buang air kecil, urin berwarna gelap dan tidak cerah.
  9. Saat buang air besar, feses berwarna terang sementara mata dan kulit sedikit kekuningan.
  10. Muncul lepuh-lepuh pada kulit kelamin yang biasanya akan menjadi koreng.
  11. Kelenjar limfa membengkak, badan demam dan kadang muncul rasa sakit di seluruh tubuh.
  12. Keringat yang sangat banyak di malam hari, berat badan turun drastis dan perasaan lelah yang terus menerus.
  13. Muncul kutil berwarna cerah di daerah alat kelamin.

Penyebab:
  • Penularan IMS melalui Hubungan seks bebas dengan pengidap IMS.
  • Trnsfusi darah tanpaskrining

Penularan IMS juga dapat terjadi dengan cara lain, yaitu :
Melalui darah :
  • transfusi darah dengan darah yang sudah terinfeksi HIV,
  • saling bertukar jarum suntik pada pemakaian narkoba,
  • tertusuk jarum suntik yang tidak steril secara sengaja/tidak sengaja,
  • menindik telinga atau tato dengan jarum yang tidak steril,
  • penggunaan alat pisau cukur secara bersama-sama (khususnya jika terluka dan menyisakan darah pada alat).
Dari ibu hamil kepada bayi :
  • saat hamil,
  • saat melahirkan,
  • saat menyusui.
Penanganan IMS yang Benar
1. Segera pergi ke dokter untuk diobati
  • Jangan mengobati IMS sendiri tanpa mengetahui penyakit apa yang menyerang kita (jenis IMS sangat banyak dan ada kemungkinan terjadi komplikasi), dibutuhkan tes untuk memastikan IMS yang diderita.
  • Jangan minum obat sembarangan. Obat IMS berbeda-beda, tergantung jenis IMS yang diderita
  • Jangan pergi berobat ke dukun atau tukang obat. Hanya dokter yang tahu persis kebutuhan obat untuk IMS yang diderita. Penggunaan herbal bisa dilakukan (sebaiknya) jika ada yang mengawasi/penanggungjawab.
2. Ikuti saran dokter
Jangan menghentikan minum obat yang diberikan dokter meskipun sakit dan gejalanya sudah hilang. Jika tidak diobati dengan tuntas (obat dikonsumsi sampai habis sesuai anjuran dokter) ,  maka kuman penyebab IMS akan kebal terhadap obat-obatan.
3. Jangan berhubungan seks selama dalam pengobatan IMS
Hal ini berisiko menularkan IMS yang diderita kepada pasangan seks Anda.
4. Jangan hanya berobat sendiri saja tanpa melibatkan pasangan seks (khususnya pasangan sah)
Pasangan seksual Anda juga harus diperiksa dan berobat ke dokter. Jika tidak, IMS yang diderita akan ulang-alik dari kita ke pasangan kita, kemudian dari pasangan kita ke kita dan seterusnya. Kedua belah pihak harus disembuhkan agar tidak saling menulari kembali.
Pencegahan penyebarluasan IMS hanya dapat dilakukan dengan cara :
  1. Anda jauhi seks,  tidak melakukan hubungan seks (abstinensi), atau
  2. Bersikap saling setia, tidak berganti-ganti pasangan seks (monogami) dan saling setia, atau
  3. Cegah dengan memakai kondom, tidak melakukan hubungan seks berisiko (harus selalu menggunakan kondom).
  4. Tidak saling meminjamkan pisau cukur dan gunting kuku.
  5. Edukasi,  embuskan informasi mengenai HIV/AIDS dan IMS kepada kawan-kawan Anda.

dampak dan cara untuk menghentikan penyebarannya.
  1. Infeksi menular seksual (IMS) sebagian besar ditularkan dari satu orang yang sudah terinfeksi ke orang lain yang belum terinfeksi melalui hubungan seksual. Beberapa IMS  juga dapat ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan dan proses persalinan. Cara lain penularan IMS adalah melalui berbagi produk darah atau transplantasi organ tubuh. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh IMS termasuk sifilis, AIDS dan kanker leher rahim.
  2. IMS sering tanpa gejala, terutama pada perempuan. Dengan demikian, pria maupun perempuan dengan pasangan seksual yang memiliki gejala IMS harus mencari perawatan dan pengobatan terlepas dari ada atau tidaknya tanda-tanda dan gejala infeksi. Setiap kali didiagnosis IMS ditegakkan atau dicurigai maka pengobatan yang efektif harus segera diberikan untuk menghindari komplikasi.
  3. IMS tidak hanya mempengaruhi perempuan dan gadis remaja. Setiap tahun, satu dari 20 gadis remaja mendapat infeksi bakteri melalui hubungan seksual. Dengan demikian usia di mana infeksi pertama kali diperoleh menjadi semakin muda. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang IMS dan bagaimana pencegahannya di kalangan remaja harus menjadi bagian dari semua pendidikan kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi.
  4. Infeksi menular seksual adalah penyebab tersering kerusakan Tuba Fallopii yang sering menjadi penyebab kemandulan pada perempuan. Antara 10% sampai dengan 40% perempuan dengan infeksi klamidia yang tidak diobati gakan terserang penyakit radang panggul.
  5. Dalam kehamilan, sifilis dini yang  tidak diobati menjadi penyebab atas 1 dari 4 kelahiran prematur dan 14% dari kematian neonatal. Sekitar 4% sampai 15% perempuan hamil di Afrika positif untuk sifilis. Intervensi yang efektif pada perempuan hamil untuk mencegah penularan sifilis dari ibu-ke-anak bisa mencegah 492 000 kelahiran prematur di Afrika setiap tahunnya.
  6. Salah satu infeksi menular seksual yang paling mematikan adalah infeksi oleh human papiloma virus (HPV). Hampir semua kasus kanker leher rahim disebabkan karena infeksi HPV. Kanker leher rahim adalah kanker kedua yang paling umum terjadi pada perempuan, dengan sekitar 500 000 kasus baru dan 250 000 kematian setiap tahunnya. Vaksin baru yang mencegah infeksi bisa mengurangi kematian yang disebabkan kanker serviks.
  7. Ketika digunakan dengan benar dan konsisten, kondom adalah salah satu metode yang paling efektif untuk perlindungan terhadap IMS termasuk infeksi HIV. Meskipun kondom perempuan efektif dan aman untuk pencegahan IMS, namun tidak banyak digunakan dalam program nasional karena biayanya yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondom laki-laki.
  8. Rujukan pasangan seksual yang merupakan bagian integral dari perawatan IMS, adalah memberitahukan kepada pasangan seksual tentang pajanan yang mungkin didapat terhadap infeksi sehingga pasangan seksual dapat mencari perawatan dan pengobatan. Rujukan pasangan seksual dapat mencegah infeksi ulang dan mengurangi penyebaran infeksi lebih luas.
  9. Kondisi sosial, ekonomi dan beberapa perilaku seksual meningkatkan kerentanan seseorang terkena IMS. Populasi yang paling berisiko untuk terkena infeksi menular seksual bervariasi dari waktu ke waktu, bergantung pada budaya lokal dan kebiasaan setempat. Intervensi untuk pencegahan dan perawatan IMS harus diintensifkan pada populasi tersebut, sambil memastikan bahwa layanan dapat meminimalisir potensi stigmatisasi dan diskriminasi.
  10. Intervensi individual dalam pengendalian IMS terbukti kurang efektif dalam pencegahan dan penanggulangannya. Diperlukan sebuah intervensi yang lebih sistemik dengan melibatkan komitmen dan meningkatkan kepemimpinan setempat termasuk adanya peraturan-peraturan yang berperspektif public health.


INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)
Adalah Penyakit infeksi yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual

JENIS IMS
1.    IMS yang dapat disembuhkan
2.    IMS yang tidak dapat disembuhkan
Gejala umum
1.    Rasa sakit atau gatal di kelamin
2.    Muncul benjolan, bintik atau luka disekitar kelamin
3.    Keluar cairan yang tidak biasa dan bau dari alat kelamin
4.    Terjadinya pembengkakan di pangkal paha
GEJALA PADA PEREMPUAN
1.    Dampaknya lebih serius dan sulit didiagnosa karena umumnya asimptomatik
2.    Keluar cairan yang tidak biasa dan berbau tidak enak dari alat kelamin
3.    Keluar darah bukan pada masa haid
4.    Sakit pada saat berhubungan seks
5.    Rasa sakit pada perut bagian bawah
à Menjadi beban tersembunyi bagi perempuan karena merasa bersalah dan malu berobat
GEJALA PADA LAKI-LAKI
1.    Terasa sakit saat kencing
2.    Keluar cairan/nanah dari alat kelamin
3.    Terjadi pembengkakan pada buah pelir dan terasa sakit atau panas

penyebab  terjadinya IMS pada seseorang :
1.    Adanya  Duh tubuh  pada mitra seksual
2.    Umur <21 tahun
3.    >1pasangan seksual
4.    Pasangan seksual baru 3 bulan terakhir
5.    Belum menikah
6.    Pernah seks anal
7.    Pernah berhubungan seksual  dengan PSK tanpa pelindung
8.    Pernah berhubungan seksual  dengan ODHA
9.    Riwayat menderita ulkus kelamin,GO


(ISR)


Kesehatan reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh  dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang  berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsinya serta proses- prosesnya. Oleh karena itu, kesehatan reproduksi berarti orang dapat mempunyai  kehidupan seks yang memuaskan dan aman, dan bahwa mereka memiliki kemapuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk menentukan apakah mereka ingin melakukannya, bilamana dan seberapa seringkah. Termasuk terakhir ini adalah hak pria dan wanita untuk memperoleh informasi dan mempunyai akses terhadap cara-cara keluarga berencana yang aman, efektif dan terjangkau, pengaturan fertilitas yang tidak melawan hukum, hak memperoleh pelayanan pemeliharaan kesehatan kesehatan yang memungkinkan para wanita dengan selamat menjalani kehamilan dan melahirkan anak, dan memberikan kesempatan untuk memiliki bayi yang sehat.
Sejalan dengan itu pemeliharaan kesehatan reproduksi merupakan suatu  kumpulan metode, teknik dan pelayanan yang mendukung kesehatan dan  kesejahteraan reproduksi melalui pencegahan dan penyelesaian masalah kesehatan reproduksi. Ini juga mencakup kesehatan seksual, yang bertujuan meningkatkan status kehidupan dan hubungan-hubungan perorangan, dan bukan semata-mata konseling dan perawatan yang bertalian dengan reproduksi dan penyakit yang ditularkan melalaui hubungan seks.
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) semakin disadari telah menjadi masalah kesehatan dunia yang berdampak kepada laki-laki dan perempuan. Dampaknya mulai dari kemandulan, kehamilan ektopik (di luar kandungan), nyeri kronis pada panggul, keguguran, meningkatkan risiko tertular HIV, hingga kematian.
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) berkait erat dengan Penyakit menular seksual (PMS). Penularan Infeksi Saluran Reproduksi ini tidak hanya melalui hubungan seksual saja, tetapi bisa disebabkan berlebihnya pertumbuhan organisme aman, kelahiran enggak aman dan pemasangan alat kontrasepsi (IUD) yang tidak steril.
1.2      Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat di ambil dari latar belakang di atas adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian dari Infeksi saluran Reproduksi
2.      Jenis-jenis Infeksi Saluran Reproduksi
3.      Penyakit Menular Seksual



BAB II
PEMBAHASAN
2.1        Infeksi Saluran Reproduksi (ISR)
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) adalah masuk dan berkembangbiaknya kuman penyebab infeksi kedalam saluran reproduksi. Kuman penyebab infeksi tersebut dapat berupa bakteri, jamur, virus dan parasit.
Perempuan lebih mudah terkena ISR dibandingkan laki-laki, karena saluran reproduksi perempuan lebih dekat ke anus dan saluran kencing. ISR pada perempuan juga sering tidak diketahui , karena gejalanya kurang jelas dibandingkan laki-laki.
Gejala dan komplikasi
ISR sering tanpa gejala, khususnya pada perempuan. Hingga kini belum ada informasi yang cukup rinci tentang ISR apalagi mengenai Perawatan yang dapat dilakukan oleh pengidap Penyakit ini. Beberapa infeksi yang terjadi dapat menyebabkan ketidak suburan, setiap ISR, Seperti chancroid, herpes: dan sipilis dapatkan kemungkinan lebih besar (Lande, 1993).
Penyakit-penyakit infeksi. pada, organ reproduksi bila tidak diobati dengan sempurna, akan menimbulkan komplikasi berupa penyakit radang panggul (PRP) dan bisa berdampak kemadulan, gangguan pada kehamilan (abortus, lahir prematur) atau bahkan menyebabkan bayi lahir cacat, serta kemungkinan terjadinya kanker leher rahim. Menurut penelitian Prof Sumapradja, sekitar 42 persen penyebab kemandulan pada perempuan adalah akibat, dari faktor saluran telur (tuba), karena adanya infeksi saluran telur (komplikasi ISR) sehingga menyebabkan perlengketan atau penyumbatan saluran telur, hingga sel telur dan sperm menjadi sulit bertemu.
2.2        Jenis-jenis Infeksi Saluran Reproduksi (ISR)
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) adalah terminologi umum yang digunakan untuk tiga jenis infeksi pada saluran reproduksi:
a.       ISR Endogen, mungkin merupakan jenis ISR yang pa-ling umum di dunia. Timbul sebagai akibat dari pertumbuhan tidak normal organisme yang seharusnya tumbuh normal di dalam vagina. Masuk dalam jenis ini adalah vaginosis bakteri dan kandidiasis yang dapat dengan mudah disembuhkan. ISR endogen juga dihubungkan dengan persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR).
b.      ISR Iatrogenik atau yang berhubungan dengan prosedur medis timbul ketika penyebab infeksi (bakteri atau mikroorganisme lainnya) masuk ke dalam saluran reproduksi melalui prosedur medis yang kurang/tidak steril. Misalnya induksi haid, aborsi, pemasangan AKDR (IUD), saat melahirkan, atau bila infeksi yang sudah ada di saluran reproduksi bagian bawah menyebar melalui mulut rahim hingga ke saluran reproduksi bagian atas.
Beberapa gejala yang mungkin timbul antara lain:
a)      Rasa sakit di sekitar panggul
b)      Demam tinggi secara tiba-tiba
c)      Menggigil Haid tidak teratur
d)     Cairan vagina yang tidak normal
e)      Timbul rasa sakit saat berhubungan seksual
c.       penyakit menular seksual (PMS) yaitu ISR yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks dengan pasangan yang telah terinfeksi termasuk diantaranya trikomoniasis, gonore, klamidia, sifilis, ulkus mole, HIV/AIDS, kondiloma akuminata, herpes genital dan lain-lain
Akibat ISR Pada perempuan dapat menyebabkan kehamilan diluar kandungan, kemandulan, kanker leher rahim, meningkatkan resiko HIV, kelainan pada janin (BBLR, infeksi bawaan sejak lahir, bayi lahir mati dan bayi lahir belum cukup umur).
Dampak negatif ISR sangat serius, terutama bagi perempuan, antara lain (Buzsa, 1999):
a)      Komplikasi kehamilan
b)      Penyakit Radang Panggul (PRP) yang dapat berkem-bang dan menyebabkan kemandulan, kehamilan di luar kandungan, serta rasa sakit yang berkepan-jangan.
c)      Meningkatkan risiko penularan HIV.
d)     Banyak ISR yang gejala dan tanda-tandanya tidak dirasakan, terutama pada perempuan, hingga ter-lambat untuk menghin-dari kerusakan pada organ reproduksi.
e)      30-70% kasus Human Papilloma Virus (HPV) berakhir dengan kanker mulut rahim (serviks) yang merupakan kanker ter-banyak yang ditemukan pada perempuan, yaitu 370.000 kasus baru tiap tahunnya, dan 80% di antaranya di negara berkembang.
ISR dan berbagai penyakit yang ditimbulkannya tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan tetapi juga tingkat produktivitas dan kualitas hidup perempuan maupun laki-laki, yang pada akhirnya seluruh masyarakat.
ISR tidak seperti infeksi lainnya, mereka sangat lekat dengan stigma dan merefleksikan adanya ketidaksetaraan antara perempuan dan laki-laki.
2.3        Penyakit Menular Seksual (PMS)
Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang cara penularannya terutama melalui hubungan seksual, baik secara heteroseksual maupun homoseksual. PMS juga diartikan sebagai penyakit kelamin yang ditularkan melalui hubungan seksual yang menyerang sekitar alat kelamin.
Penyakit Menular Seksual (PMS) disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit mikroor-ganisme yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks dengan pasangan yang telah terinfeksi. Beberapa di antaranya dapat diobati akan tetapi banyak pula yang tidak dapat diobati seperti HIV/AIDS. PMS dapat menyerang laki-laki maupun perempuan, dan juga dapat ditularkan dari seorang ibu kepada anaknya selama kehamilan dan persalinan.
2.4        Hubungan Organ-Organ Reproduksi dengan PMS
a)      Pada wanita PMS menghancurkan dinding vagina/leher rahim, dengan atau tanpa gejala-gejala infeksi
b)      Pada pria, yang terinfeksi lebih dulu adalah saluran air kencing dan jika tidak diobati akan  menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan berakibat sakit pada saat baung air kecil
c)      PMS yang tidak diobati akan dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi bagian dalam dan menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita
Bagian tubuh yang dapat terpengaruh PMS
a)       Pada wanita, slauran indung telur, indung telur, rahim, kandung kemih, leher rahim, vagina, saluran kencing (urethra), anus
b)       Pada pria, kandung kemih, vas deferens, prostate, penis, epididimis, testis, urethra, skrotum, seminal vesikel, anus
Alasan utama wanita lebih rentan tertular PMS dibanding pria
Saat berhubungan seksual, dinding vagina dan leher rahim langsung terpapar oleh cairan sperma, jiak sperma terinfeksi dengan PMS maka wanita tersebut akan terinfeksi. Jika wanita terinfeksi PMS, dia tidak selalu menunjukan gejala, namun besar kemungkinan infeksi meluas dan menimbulkan komplikasi. Banyak orang khususnya wanita dan remaja yang enggan untuk mencari pengobatan, karena mereka tidak ingin keluarga/masyarakat mengetahui jika mereka menderita PMS, akibatnya PMS baru diketahui saat sudah stadium lanjut.
2.5        Pencegahan
Strategi terbaik adalah mencegah infeksi baru dengan memutus jalur penularannya.
ISR endogen dapat dicegah melalui peningkatan kebersihan individu (misalnya dengan menghindari penggunaan vaginal douching atau pembasuh/pembersih vagina). Dampak negatifnya dapat dikurangi melalui peningkatan akses pada fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu dan promosi perilaku mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan.
ISR iatrogenik dapat dicegah melalui sterilisasi peralatan medis yang digunakan, kedisiplinan untuk mengikuti protokol standar penggunaan peralatan yang steril selama pemeriksaan, serta skrining atau pengobatan terhadap ISR sebe-lum melaksanakan prosedur medis.
PMS dapat dicegah dengan menghindari hubungan seks atau mengadopsi strategi perilaku "seks yang aman", termasuk perilaku monogami, seks tanpa penetrasi (seks oral), dan penggunaan kondom pria dan/atau kondom wanita yang benar dan konsisten.




·         PRE-MENSTRUAL SYNDROME (PMS)
·         a. Definisi Pre-Menstrual Syndrome (PMS)
Pre-Menstrual syndrome adalah sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari kedua sampai hari keempat belas sebelum menstruasi dan yang mereda hampir sesegera menstruasi berawal (Shreeve, 1989;15). Menurut Dalton (1983), sindrom pramenstruasi adalah kambuhnya gejala-gejala pada saat pramenstruasi dan menghilang setelah menstruasi tiba. Sedangkan Magos mendefinisikan sindrom pramenstruasi sebagai gejala fisik, psikologis dan perilaku yang menyusahkan yang tidak disebabkan oleh penyakit organic, yang secara teratur berulang selama fase siklus yang banyak mengalami regresi atau menghilang selama waktu haid yang tersisa.

·         Perubahan tersebut terjadi sampai saat menstruasi tiba. Perubahan suasana hatilah yang paling dirasakan oleh banyak wanita, wanita menjadi tidak sabar dan sering marah, baik dalam bentuk kemarahan irasional tanpa kekerasan ataupun dengan kekerasan fisik. Perasaan lain yang timbul bersamaan dengan kemarahan adalah ketegangan yang hebat (Shreeve, 1989;15). Arti kata premenstrum yang digunakan secara longgar meliputi fase luteal siklus menstruasi yaitu dari ovulasi hingga menstruasi. Konteks ini, premenstrum meliputi 4 hari sebelum menstruasi. Hari-hari tersebut gejala-gejala yang hebat sindroma menstruasi timbul, meskipun demikian gejala-gejala yang mungkin muncul sewaktu-waktu selama fase luteal. Gejala dimulai selama premenstrum, berlanjut selama hari-hari pertama atau kedua menstruasi yang sangat sedikit dan sebelum aliran darah menstruasi banyak keluar (Dalton, 1983).
Penelitian dr. Katharina Dalton dari Inggris didapatkan adanya tanda-tanda sociological yang berhubungan dengan PMS. Tanda-tanda sociological yang berat mengakibatkan gangguan tersebut hanya terjadi pada 40-50 % dari seluruh populasi wanita, sehingga tidak semua wanita menderita gangguan ini.

2. Gejala-gejala Premenstrual Syndrome
Ada 2 gejala-gejala pada saat premenstrual syndrome (Shreeve, 1989; 32-51), yaitu:
a). Gejala Fisik
 Kenaikan berat badan
§
Berat badan wanita biasanya naik beberapa pon selama satu atau dua hari sebelum menstruasi. Keadaan ini sebenarnya umum terjadi sehingga wanita-wanita yang berdiet telah dinasehatkan untuk menimbang berat badannya setiap minggu, bukan setiap hari. Berat tubuh wanita dapat naik beberapa pon sebelum menstruasi karena tertumpuknya cairan dalam tubuh.
 Buah dada nyeri
§
Gejala pramenstruasi lain yang sering terjadi adalah pembekkakan buah dada disertai nyeri. Tingkat ketaknyamanan bisa mulai dari meningkatnya kesensitifan sampai nyeri tekan akut. Retensi cairan pada tubuh juga berpengaruh pada buah dada. Bahkan buah dada merupakan tempat favorit bagi berkumpulnya cairan tersebut. Ada dua hal yang menyebabkan kepekaan buah dada yaitu pertama disebabkan karena retensi cairan pada jaringan-jaringan, kedua adalah meningkatnya persediaan darah sehingga aliran darah dalam jumlah yang meningkat melalui kulit dan jaringan dibawahnya akan meningkatkan kepekaan.

 Sakit Kepala dan Migren
§
Sakit kepala adalah gejala lain yang umum terjadi pada saat pramenstruasi, dan beberapa wanita harus menghadapi masa pramenstruasi dengan rasa takut karena sakit kepala yang dirasakan. Sakit kepala pramenstruasi biasanya ada dua macam sehingga mudah untuk megetahui dan mengobatinya. Yang pertama adalah yang berpengaruh pada wajah dan kepala. Rasa sakit yang hebat terasa pada kepala atas, dahi, tulang pipi dan mata, kadang-kadang terasa juga pada gigi atas. Sakit kepala jenis ini sebenarnya merupakan gejala lain dari tertimbunnya cairan dan sebagian besar karena sinus (lubang yang menghubungkan lubang hidung dan batok kepala) tertutup oleh sel-sel yang membengkak. Jalan udara melalui hidung juga tersumbat sehingga dapat mengalami kesulitan bila bernafas. Yang kedua adalah yang disebabkan oleh ketegangan. Kita telah mengetahui bahwa ketegangan adalah penyebab utama penyakit. Pada sakit kepala jenis kedua ini, dahi terasa berdenyut-denyut dan seakan-akan sebuah pita logam melingkari kepala kita yang semakin lama mengikat semakin kencang. Migren juga bisa terjadi sebagai bagian dari pramenstruasi. Orang yang memang mempunyai migren cenderung mendapat serangan pada saat pramenstruasi. Orang lain mungkin hanya mendapatkan serangan migren sekali saja selama pramenstruasi dan tidak merasakannya pada waktu lain. Sama halnya dengan sakit kepala karena ketegangan, serangan migren dan nyeri disebabkan oleh kontraksi pembuluh darah yang memasok otak, diikuti dengan fase relaksasi.
 Kecenderungan untuk mendapat celaka
§
Kecanggungan dan kecenderungan yang makin besar untuk mendapat kecelakaan adalah faktor sindrom pramenstruasi yang sudah terbukti. Kecelakaan tersebut bukan saja yang terjadi di luar rumah ketika sedang menggunakan mesin atau mengendarai mobil, tetapi juga di dalam rumah. Seperti: cenderung menjatuhkan sesuatu, memotong jari sendiri, terbentur tembok atau benda-benda keras, bahkan tersandung, jatuh atau kehilangan keseimbangan.
 Pegal dan Nyeri
§
Nyeri menstruasi disebut dismenorhea spasmodic (pegal). Nyeri ini disebabkan karena otot tertentu mengejang sementara darah dan pelapis rahim terdorong ke luar. Rasa sakit terdapat pada punggung bawah dan bagian perut bawah, perut terasa tertarik-tarik dan semua rasa sakit yang timbul ini dapat mempengaruhi sebelum menstruasi tiba. Pegal dan nyeri lain menyangkut otot-otot dan persendian. Penyebab utamanya ada dua macam, salah satunya adalah tekanan yang meningkat pada jaringan akibat dari berkumpulnya cairan yang tertimbun nyeri. Penyebab lainnya adalah bertambahnya ketegangan pada urat-urat otot. Ketegangan ini timbul karena perubahan pada proses pramenstruasi sel-sel otot atau karena tegangan dalam diri pribadi penderita sendiri.
 Gangguan pada kulit
§
Gangguan pada kulit adalah salah satu gejala ringan sindrom pramenstruasi. Wanita merasa bahwa kulitnya makin cenderung berjerawat selama minggu pramenstruasi. Wajah penuh dengan jerawat, bintik-bintik dan tampak sehalus biasanya. Kulit dapat juga tampak membengkak. Karena keadaan kulit yang lemah, maka kecenderungan untuk alergipun meningkat. Keadaan ini disebabkan oleh perubahan hormon pada tubuh selama perkembangan kedewasaan.
 Nafsu makan yang berlebih
§
Pada saat pramenstruasi wanita akan memiliki nafsu makan berlebihan. Selama masa pramenstruasi anda merasa depresif dan membutuhkan hiburan serta semangat dari orang lain.

b). Gejala Psikologis
 Ketegangan
§
Kerja otak dan kerja tubuh selalu dibatasi oleh satu benang pembatas yang tipis. Walaupun demikian, ketegangan dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik seperti juga menyebabkan sejumlah besar tekanan mental. Ketegangan mental dapat meningkatkan ketegangan pada otot-otot sehingga menimbulkan kekakuan, kecanggungan, dan pegal pada anggota gerak serta persendian. Ketegangan otot yang meningkat adalah salah satu aspek mekanisme reflek “lawan atau lari” dan ada hubungannya dengan makin banyaknya pengeluaran zat adrenalin oleh kelenjar adrenalin. Kadar adrenalin yang meningkat dalam darah juga bertanggung jawab atas peningkatan denyut jantung, mulut yang kering dan nafas yang terasa sesak serta cepat.
 Rasa cepat marah
§
Rasa marah dapat merupakan cetusan dari ketegangan di dalam diri dan dapat mengakibatkan percekcokan dalam rumah tangga dan kesengsaraan bagi diri sendiri. Kemarahan juga dapat timbul dalam bentuk kekerasan fisik.
 Depresi
§
Depresi adalah gejala umum lain dari sindrom pramenstruasi. Tingkat depresi bervariasi dari kemurungan setiap bulan sampai ke kekacauan batin yang serius dan mengarah pada bunuh diri. Salah satu ciri depresi pramenstruasi adalah kecepatannya untuk mengubah sehingga wanita yang biasanya stabil dan bahagiapun bisa mengalami perubahan batin pada awal mulai sindrom. Perubahan suasana hati, misalnya dari riang menjadi murung, suka marah, dan suka menangis adalah ciri-ciri dari penyakit ini. Bila depresi yang hebat merupakan salah satu gejala sindrom pramenstruasi, maka depresi tersebut akan terjadi secara teratur selama masa pramenstruasi dan hilang dengan sendirinya setelah menstruasi tiba. Aspek-aspek depresi yang biasanya mempengaruhi penderita sindrom pramenstruasi ialah perasaan tak berguna, tak ada gairah seks dan kurang percaya diri.
 Kelesuan
§
Kelesuan sering dialami oleh penderita sindrom pramenstruasi, terutama mereka yang cenderung merasa depresif selama masa ini. Mungkin ini karena kelesuan merupakan ciri umum pada penyakit depresi yang biasa.
 Berkurangnya daya konsentrasi
§
Kurangnya konsentrasi dan daya ingat adalah gejala yang umum dari sindrom pramenstruasi dan dapat disembuhkan bila kita mengobati penyebab yang mendasarinya.

3. Teori Penyebab Pre-Menstrual Syndrome
Selama ini teori yang telah dikenal tentang penyebab sindroma pre-menstruasi adalah antara lain disebabkan karena kurangnya progesteron. Selama bertahun-tahun teori ini mendapat dukungan yang cukup banyak dan terapi progesteron biasa dipakai untuk mengatasi problem premenstruasi. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa terapi progesteron kelihatan tidak efektif bagi kebanyakan wanita, selain kadar progesteron pada penderita tidak menurun secara konsisten. Bila kadar progesteron yang menurun dapat ditemukan hampir pada semua wanita yang menderita sindroma pre-menstruasi, maka dapat dipahami bahwa kekurangan hormon ini merupakan sebab utama. Sebagian wanita yang menderita sindroma pre-menstruasi terjadi penurunan kadar progesteron dan dapat sembuh dengan penambahan progesteron, akan tetapi banyak juga wanita yang menderita gangguan premenstruasi hebat tapi kadar progesteronnya normal (Shreeve, 1983).
Teori lain menyatakan bahwa penyebab sindroma pre-menstruasi adalah karena meningkatnya kadar estrogen dalam darah, yang akan menyebabkan gejala depresi dan khususnya gangguan mental. Kadar estrogen yang meningkat akan mengganggu proses kimia tubuh termasuk vitamin B6 (Piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi karena berfungsi mengontrol produksi serotonin. Serotonin penting sekali bagi otak dan syaraf, dan kurangnya persediaan zat ini dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan depresi. Depresi yang berhubungan dengan penggunaan pil kontrasepsi disebabkan oleh estrogen sintesis yang terkandung dalam pil kontrasepsi tersebut (Shreeve, 1983). Batas tertentu estrogen menyebabkan retensi garam dan air serta berat badannya bertambah. Mereka yang mengalami akan menjadi mudah tersinggung, tegang, perasaan tidak enak (premenstrual tension), dan gejala-gejala dapat dicegah bila pertambahan berat dicegah. Peranan estrogen pada premenstrual tension tidak nyata, sebab ketegangan ini timbul terlambat pada siklus tidak pada saat ovulasi waktu sekresi estrogen berada pada saat puncaknya. Kenaikan sekresi vasopresin kemungkinan berperan pada retensi cairan pada saat premenstruasi (Ganong, 1983).
Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin. Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah estrogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal. Wanita yang mempunyai kadar prolaktin cukup tinggi dapat disembuhkan dengan menekan produksi prolaktin (Shreeve, 1983).
Akan tetapi sekarang orang percaya bahwa penyebab utamanya adalah adanya kekurangan zat dalam tubuh yang dinamakan asam lemak esensial (ALE). Dan ketidakstabilan hormon dalam tubuh dapat disebabkan karena kurangnya ALE tersebut.

4. Pereda Gejala-gejala Pre-Menstrual Syndrome
Ada beberapa macam pereda terhadap wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi (Shreeve, 1989; 120-136), yaitu:
 Penimbunan cairan dan garam
§
Sudah jelas bahwa jika ginjal membantu proses penimbunan cairan di dalam tubuh ketimbang mengahsilkan urin untuk mengeluarkan cairan tersebut, maka jalan yang baik untuk menghindari hal ini adalah mengurangi cairan yang diminum. Tetapi janganlah mengurangi terlalu banyak, karena air dalam bentuk apapun juga merupakan syarat penting bagi kesehatan dan kehidupan. Air bertanggung jawab atas lima puluh persen berat tubuh wanita (dan enam puluh persen pada tubuh pria, perbedaan ini disebabkan karena wanita lebih berlemak dibanding pria dan lemak tidak mengandung air). Selain itu juga dengan mengurangi jumlah garam yang dimakan.
 Yoga dan relaksasi
§
belajar dan berlatih yoga dapat membantu kita lewat tiga cara, kalau kita menderita sindrom pramenstruasi. Pertama, sikap tubuh serta teknik pernapasan memang dirancang untuk menciptakan keadaan damai dan tidak tegang bagi si pelaku, baik fisik maupun mental. Kedua, yang bisa membuat yoga membantu banyak wanita adalah dengan mengajar seseorang memelihara sikap yang tegak dan seimbang. Dengan cara ini banyak gangguan kelelahan dan kelesuan dapat teratasi, juga rasa sakit punggung bagian bawah yang banyak diderita oleh para penderita sindrom pramenstruasi. Dan yang ketiga adalah sejumlah sikap yoga yang sangat menguntungkan para penderita dismenorhea kongestif. Sikap-sikap tersebut antara lain: sikap bajak, ikan, kobra, uddiyana dan tumpuan.
 Terapi vitamin
§
Tambahan vitamin piridoksin sangat membantu wanita pada saat kebutuhan akan vitamin itu memang bertambah yaitu melebihi keadaan normal (ini disebabkan karena tidak seimbangnya keadaan hormon). Gejala-gejala khusus yang dapat dibantu diatasi oleh piridoksin termasuk sakit kepala dan depresi pramenstruasi. Vitamin tersebut bernilai sangat tinggi bagi mereka yang menderita penimbunan cairan.
 Obat diuretik
§
Obat diuretic seringkali diesepkan bagi wanita yang menderita sindrom pramenstruasi. Karena obat ini dapat memobilisasi kelebihan cairan yang tertahan oleh jaringan. Kritik yang utama terhadap terapi ini adalah bahwa terapi ini hanya menangani gejalanya saja, tetapi tidak bermanfaat untuk memperbaiki penyebab tertahannya air dlam jaringan. Fungsi utama dari diuretik ini adalah untuk merangsang saluran ginjal membuang sejumlah garam mineral dari tubuh kita, terutama potassium klorida. Dengan demikian sejumlah besar air akan ikut keluar bersama garam tersebut, yang biasanya takmungkin terkeluarkan kalau yidak dengan sejumlah tertentu air.
 Terapi hormon
§
Mencoba mengatasi sindrom pramenstruasi dengan hormon-hormon buatan merupakan cara yang baik dalam arah yang benar. Ketidkseimbangan hormon diketahui memegang peran penting dalam munculnya gejala-gejala pramenstruasi. Tetapi ini bukanlah jawaban teakhir. Pertama, tidak semua tubuh wanita memberi respon untuk tercapainya tujuan pengobatan tersebut. Kedua, karena sekarang sudah diketahui bahwa gangguan hormon merupakan efek gangguan pramenstruasi, sedangkan penyebab utamanya adalah kurangnya asam lemak.
 Terapi bromokriptin
§
wanita penderita sindrom pramenstruasi dapat mengahasilkan hormone prolaktin yang cukup besar melalui kelenjar hipofisisnya. Inilah yang menjadi penyebab terganggunya keseimbangan hormon dan timbulnya gejala-gejala kekurangan progesteron. Mereka bisa tertolong dengan pengguanaan bromokriptin yang dapat mengurangi jumlah prolaktin dalam darah dan mengurangi pengeluarannya melalui kelenjar hipofisis. Terapi bromokriptin diberikan apabila obat-obatan lain sudah tidak mampu menolong lagi. Ini dianggap jalan terakhir, karena obat ini cukup berat dan memiliki efek samping yang kurang menyenangkan. Bromokriptin dibuat dengan nama dagang Parlodel, yang berfungsi untuk menyembuhkan rasa sakit pada buah dada. Tetapi selain itu jugadapat membantu mengatasi sakit kepala dan perubahan emosional penderita serta pembengkakan yang ada.
 Obat penenang
§
Obat penenang juga cukup menimbulkan masalah. Obat penenang memang membantu mengurangi rasa jengkel dan tersinggung juga rasa ingin marah, tetapi bersamaan dengan itu obat ini juga menghambat sejumlah fungsi otak termasuk pusat tempat emosi dirasakan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar