Gangguan Pada Sistem Reproduksi Pria
- Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan
interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini
menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan.
Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.
- Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun
dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat
ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang
terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.
- Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan
sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis
adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.
- Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan
peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat
uretra sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil. Penyebabnya dapat
berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.
- Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi
pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.
- Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis.
Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
- Anorkidisme
Anorkidisme adalah penyakit dimana testis hanya
bejumlah satu atau tidak ada sama sekali.
- Hyperthropic prostat
Hyperthropic prostat adalah pembesaran kelenjar
prostat yang biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50 tahun. Penyebabnya
belum jelas diketahui.

Bengkak Prostat
Gambar 1. Hyperthropic prostat
- Hernia inguinalis
Hernia merupakan protusi/penonjolan isi
rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan.
- Kanker prostat
Gejala kanker prostat mirip dengan
hyperthropic prostat. Menimbulkan banyak kematian pada pria usia lanjut.
- Kanker testis
Kanker
testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa
menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).

Gambar 2. Kanker testis
- Impotensi
Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi ataupun
mempertahankan ereksi penis pada pada hubungan kelamin yang normal.
- Infertilitas (kemandulan)
Yaitu ketidakmampuan menghasilkan
ketururan. Infertilitas dapat disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita.
Pada pria infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi
ovum. Hal ini dapat disebabkan oleh:
- Gangguan spermatogenesis,
misalnya karena testis terkena sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, atau
gangguan hormon
- Tersumbatnya saluran sperma
- Jumlah sperma yang disalurkan
terlalu sedikit
Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita
- Gangguan menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore
primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi
sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder
adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang
yang tengah mengalami siklus menstruasi.
- Kanker vagina
Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena
iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain
dengan kemoterapi dan bedah laser.
- Kanker serviks
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh
lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus,
oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.
- Kanker ovarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat
pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan
vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.
- Kanker rahim
Kanker rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker
jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat
dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.
- Kanker payudara
Yaitu tumor yang bersifat ganas. Kanker
payudara banyak terdapat pada wanita yang telah menopause.
Pengobatannya dengan operasi, sinar radio aktif, dan obat-obatan.

Gambar 3. Kanker payudara
- Fibroadenoma
Yaitu tumor yang bersifat jinak. Gejalanya berupa
benjolan kenyal pada payudara. Pengobatannya dengan operasi.
- Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar
uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus,
misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa
sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat
menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan
pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser.
- Infeksi vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi
vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara lain akibat hubungan
kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri.
- Condyloma
Yaitu tumbuhnya bejolan keras
berbungkul seperti bunga kol atau jengger ayam atau dikenal sebagai kutil
kelamin. Kutil kelamin atau condyloma merupakan penyakit menular seksual yang
disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), atau virus yang menyebabkan
keganasan pada jaringan. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung secara
seksual dengan penderita HPV lainnya. Penyakit ini ditemukan di seputar alat
kelamin bagian luar, di dalam liang vagina, di sekitar anus, hingga mulut
rahim. Jika sampai menginfeksi leher rahim, dapat menyebabkan kanker mulut
rahim atau kanker serviks. Kutil kelamin dapat diobati dengan obat oles,
suntik, maupun tindakan operasi. Untuk tindakan operatif dapat dilakukan dengan
menggunakan alat kotter (pemotong) oleh tenaga medis. Pengobatan bisa dilakukan dengan obat topikal (oles).
- Bartolinitis
Yaitu infeksi pada kelenjar
bartolin. Bartolinitis dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar
wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai
tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin
yang memerah. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin
yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Penyakit ini disebabkan oleh
Chlamydia, Gonorrhea, dsb. Bartolinitis dapat menyumbat mulut kelenjar tempat
diproduksinya cairan pelumas vagina. Akibat penyumbatan ini, lama kelamaan cairan
memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi
cairan). Untuk mengatasinya, pemberian antibiotik untuk mengurangi radang dan
pembengkakan. Jika terus berlanjut, dokter akan melakukan tindakan operatif
untuk mengangkat kelenjar yang membengkak.
- Vulvovaginatis
Merupakan suatu peradangan pada
vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu
keluarnya cairan putih/putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini dapat
disebabkan oleh berbagai mikroorganisme misalnya Gardnerella
vagimalis, Trichomonas vaginalis, Candida
albicans, virus herpes, Candyloma accuminata, dll.
- Candidiasis / keputihan
Yaitu munculnya gumpalan seperti
endapan susu berwarna putih. Disebabkan karena infeksi jamur Candida albicans. Keputihan ini dapat muncul akibat
ketidakseimbangan hormonal yang disebabkan oleh kegemukan, pasca menstruasi,
kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi hormonal, pengunaan obat-obatan steroid,
kondisi organ intim yang terlalu lembap, dan lainnya. Juga bisa merupakan
akibat dari gula darah yang tidak terkontrol. Penanganan untuk candidiasis
cukup dengan menjaga kebersihan dan kelembapan organ intim wanita. Peggunaan
sabun khusus pembersih vagina dan menjaga agar di bagian intim tak terlalu
lembap bisa dilakukan. Namun, jika memang tak tertahankan dan menimbulkan gatal
yang amat sangat, dapat diberikan obat antijamur misalnya triazol atau
imidazol.
- Kista ovarium
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan
cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini
dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari
ovarium.

Gambar 4. Kista ovarium
- Infertilitas (kemandulan)
Pada wanita infertilitas
disebabkan oleh:
- Kerusakan pada ovarium karena
infeksi, racun, atau sinar radio aktif sehingga pembentukan ovum terganggu
- Penyumbatan pada tuba fallopi
- Gangguan sistemik, misalnya
gangguan hormon, diabetes mellitus, dsb
Sexually Transmitted Disease
Selain kelainan-kelainan di atas,
ada juga beberapa penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin (Sexually
Transmitted Disease), yaitu:
- Syphilis
Syphilis ialah penyakit menular
yang disebabkan oleh suatu bakteri berbentuk spiral yaitu Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ dalam
tubuh, dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau badaniah yang intim
(misalnya ciuman), melalui transfusi darah, serta melalui plasenta dari ibu ke
bayinya.
- Gonorrhoea
Gonorrhoea ialah suatu penyakit
akut yang menyerang selaput lendir dari uretra, serviks, rectum, kadang-kadang
mata. Penyakit ini disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
- Herpes Simplex Genitalis
Merupakan gangguan pada bagian
luar kelamin berupa gelembung-gelembung berisi cairan. Gelembung air
diakibatkan karena infeksi virus Herpes (HSV2). Gejalanya dapat berupa demam
dan menimbulkan sensasi perih bila tersentuh. Bila menginfeksi sampai bagian
dalam organ intim wanita, virus ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga rasa
pegal di area pinggang. Pengobatan penyakit ini dengan obat antivirus.
Pencegahannya dilakukan dengan menjaga daerah organ intim agar tidak terlalu
lembap dan tetap bersih.
(IMS)
Berikut ini
tanda-tanda penyakit menular seksual (PMS) yang perlu anda ketahui:
- Muncul
rasa gatal di alat kelamin.
- Keluar
cairan dari penis pada pria, dan pada wanita kerap keluar kotoran dari
vagina.
- Merasa
nyeri di daerah kelamin saat melakukan hubungan seksual dan saat buang air
kecil.
- Pada
kasus penularan melalui oral seks, kerongkongan terasa sakit atau rasa
terbakar dan kemungkinan muncul luka di tenggorokan.
- Pada
kasus anal seks, muncul rasa sakit dan nyeri di anus.
- Muncul
luka berwarna merah tapi tidak sakit di daerah kelamin, kerongkongan, anus
atau lidah, tergantung jenis hubungan seksual yang dilakukan ketika
tertular penyakit.
- Muncul
bintik-bintik merah di kulit dan telapak tangan dan kaki terasa bersisik.
- Ketika
buang air kecil, urin berwarna gelap dan tidak cerah.
- Saat
buang air besar, feses berwarna terang sementara mata dan kulit sedikit
kekuningan.
- Muncul
lepuh-lepuh pada kulit kelamin yang biasanya akan menjadi koreng.
- Kelenjar
limfa membengkak, badan demam dan kadang muncul rasa sakit di seluruh
tubuh.
- Keringat
yang sangat banyak di malam hari, berat badan turun drastis dan perasaan
lelah yang terus menerus.
- Muncul
kutil berwarna cerah di daerah alat kelamin.
Penyebab:
- Penularan
IMS melalui Hubungan seks bebas dengan pengidap IMS.
- Trnsfusi
darah tanpaskrining
Penularan IMS juga dapat terjadi dengan cara lain,
yaitu :
Melalui darah :
- transfusi darah dengan darah yang sudah
terinfeksi HIV,
- saling bertukar jarum suntik pada pemakaian
narkoba,
- tertusuk jarum suntik yang tidak steril secara
sengaja/tidak sengaja,
- menindik telinga atau tato dengan jarum yang
tidak steril,
- penggunaan alat pisau cukur secara bersama-sama
(khususnya jika terluka dan menyisakan darah pada alat).
Dari ibu hamil kepada bayi :
- saat hamil,
- saat melahirkan,
- saat menyusui.
Penanganan IMS yang Benar
1. Segera pergi ke dokter untuk diobati
- Jangan mengobati IMS sendiri tanpa
mengetahui penyakit apa yang menyerang kita (jenis IMS sangat banyak dan
ada kemungkinan terjadi komplikasi), dibutuhkan tes untuk memastikan IMS
yang diderita.
- Jangan minum obat sembarangan. Obat
IMS berbeda-beda, tergantung jenis IMS yang diderita
- Jangan pergi berobat ke dukun atau tukang obat.
Hanya dokter yang tahu persis kebutuhan obat untuk IMS yang diderita.
Penggunaan herbal bisa dilakukan (sebaiknya) jika ada yang
mengawasi/penanggungjawab.
2. Ikuti saran dokter
Jangan menghentikan minum obat yang diberikan dokter
meskipun sakit dan gejalanya sudah hilang. Jika tidak diobati dengan tuntas
(obat dikonsumsi sampai habis sesuai anjuran dokter) , maka kuman
penyebab IMS akan kebal terhadap obat-obatan.
3. Jangan berhubungan seks selama dalam pengobatan IMS
Hal ini berisiko menularkan IMS yang diderita kepada
pasangan seks Anda.
4. Jangan hanya berobat sendiri saja tanpa melibatkan
pasangan seks (khususnya pasangan sah)
Pasangan seksual Anda juga harus diperiksa dan berobat
ke dokter. Jika tidak, IMS yang diderita akan ulang-alik dari kita ke pasangan
kita, kemudian dari pasangan kita ke kita dan seterusnya. Kedua belah pihak
harus disembuhkan agar tidak saling menulari kembali.
Pencegahan penyebarluasan IMS hanya dapat dilakukan
dengan cara :
- Anda jauhi seks, tidak melakukan hubungan
seks (abstinensi), atau
- Bersikap saling setia, tidak berganti-ganti
pasangan seks (monogami) dan saling setia, atau
- Cegah dengan memakai kondom, tidak
melakukan hubungan seks berisiko (harus selalu menggunakan kondom).
- Tidak saling meminjamkan pisau cukur dan gunting
kuku.
- Edukasi, embuskan informasi mengenai
HIV/AIDS dan IMS kepada kawan-kawan Anda.
dampak dan
cara untuk menghentikan penyebarannya.
- Infeksi
menular seksual (IMS) sebagian besar ditularkan dari satu orang yang sudah
terinfeksi ke orang lain yang belum terinfeksi melalui hubungan seksual.
Beberapa IMS juga dapat ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan
dan proses persalinan. Cara lain penularan IMS adalah melalui berbagi
produk darah atau transplantasi organ tubuh. Beberapa penyakit yang
disebabkan oleh IMS termasuk sifilis, AIDS dan kanker leher rahim.
- IMS
sering tanpa gejala, terutama pada perempuan. Dengan demikian, pria maupun
perempuan dengan pasangan seksual yang memiliki gejala IMS harus mencari
perawatan dan pengobatan terlepas dari ada atau tidaknya tanda-tanda dan
gejala infeksi. Setiap kali didiagnosis IMS ditegakkan atau dicurigai maka
pengobatan yang efektif harus segera diberikan untuk menghindari
komplikasi.
- IMS
tidak hanya mempengaruhi perempuan dan gadis remaja. Setiap tahun, satu
dari 20 gadis remaja mendapat infeksi bakteri melalui hubungan seksual.
Dengan demikian usia di mana infeksi pertama kali diperoleh menjadi
semakin muda. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang IMS dan
bagaimana pencegahannya di kalangan remaja harus menjadi bagian dari semua
pendidikan kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi.
- Infeksi
menular seksual adalah penyebab tersering kerusakan Tuba Fallopii
yang sering menjadi penyebab kemandulan pada perempuan. Antara 10% sampai
dengan 40% perempuan dengan infeksi klamidia yang tidak diobati gakan
terserang penyakit radang panggul.
- Dalam
kehamilan, sifilis dini yang tidak diobati menjadi penyebab atas 1
dari 4 kelahiran prematur dan 14% dari kematian neonatal. Sekitar 4%
sampai 15% perempuan hamil di Afrika positif untuk sifilis. Intervensi
yang efektif pada perempuan hamil untuk mencegah penularan sifilis dari
ibu-ke-anak bisa mencegah 492 000 kelahiran prematur di Afrika setiap
tahunnya.
- Salah
satu infeksi menular seksual yang paling mematikan adalah infeksi oleh human
papiloma virus (HPV). Hampir semua kasus kanker leher rahim disebabkan
karena infeksi HPV. Kanker leher rahim adalah kanker kedua yang paling
umum terjadi pada perempuan, dengan sekitar 500 000 kasus baru dan 250 000
kematian setiap tahunnya. Vaksin baru yang mencegah infeksi bisa
mengurangi kematian yang disebabkan kanker serviks.
- Ketika
digunakan dengan benar dan konsisten, kondom adalah salah satu metode yang
paling efektif untuk perlindungan terhadap IMS termasuk infeksi HIV.
Meskipun kondom perempuan efektif dan aman untuk pencegahan IMS, namun
tidak banyak digunakan dalam program nasional karena biayanya yang lebih
tinggi bila dibandingkan dengan kondom laki-laki.
- Rujukan
pasangan seksual yang merupakan bagian integral dari perawatan IMS, adalah
memberitahukan kepada pasangan seksual tentang pajanan yang mungkin
didapat terhadap infeksi sehingga pasangan seksual dapat mencari perawatan
dan pengobatan. Rujukan pasangan seksual dapat mencegah infeksi ulang dan
mengurangi penyebaran infeksi lebih luas.
- Kondisi
sosial, ekonomi dan beberapa perilaku seksual meningkatkan kerentanan
seseorang terkena IMS. Populasi yang paling berisiko untuk terkena infeksi
menular seksual bervariasi dari waktu ke waktu, bergantung pada budaya
lokal dan kebiasaan setempat. Intervensi untuk pencegahan dan perawatan
IMS harus diintensifkan pada populasi tersebut, sambil memastikan bahwa
layanan dapat meminimalisir potensi stigmatisasi dan diskriminasi.
- Intervensi
individual dalam pengendalian IMS terbukti kurang efektif dalam pencegahan
dan penanggulangannya. Diperlukan sebuah intervensi yang lebih sistemik
dengan melibatkan komitmen dan meningkatkan kepemimpinan setempat termasuk
adanya peraturan-peraturan yang berperspektif public health.
INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)
Adalah Penyakit infeksi yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual
Adalah Penyakit infeksi yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual
JENIS IMS
1. IMS yang dapat disembuhkan
2. IMS yang tidak dapat disembuhkan
1. IMS yang dapat disembuhkan
2. IMS yang tidak dapat disembuhkan
Gejala umum
1. Rasa sakit atau gatal di kelamin
2. Muncul benjolan, bintik atau luka disekitar kelamin
3. Keluar cairan yang tidak biasa dan bau dari alat kelamin
4. Terjadinya pembengkakan di pangkal paha
1. Rasa sakit atau gatal di kelamin
2. Muncul benjolan, bintik atau luka disekitar kelamin
3. Keluar cairan yang tidak biasa dan bau dari alat kelamin
4. Terjadinya pembengkakan di pangkal paha
GEJALA PADA PEREMPUAN
1. Dampaknya lebih serius dan sulit didiagnosa karena umumnya asimptomatik
2. Keluar cairan yang tidak biasa dan berbau tidak enak dari alat kelamin
3. Keluar darah bukan pada masa haid
4. Sakit pada saat berhubungan seks
5. Rasa sakit pada perut bagian bawah
à Menjadi beban tersembunyi bagi perempuan karena merasa bersalah dan malu berobat
1. Dampaknya lebih serius dan sulit didiagnosa karena umumnya asimptomatik
2. Keluar cairan yang tidak biasa dan berbau tidak enak dari alat kelamin
3. Keluar darah bukan pada masa haid
4. Sakit pada saat berhubungan seks
5. Rasa sakit pada perut bagian bawah
à Menjadi beban tersembunyi bagi perempuan karena merasa bersalah dan malu berobat
GEJALA PADA LAKI-LAKI
1. Terasa sakit saat kencing
2. Keluar cairan/nanah dari alat kelamin
3. Terjadi pembengkakan pada buah pelir dan terasa sakit atau panas
penyebab terjadinya IMS pada seseorang :
1. Adanya Duh tubuh pada mitra seksual
2. Umur <21 tahun
3. >1pasangan seksual
4. Pasangan seksual baru 3 bulan terakhir
5. Belum menikah
6. Pernah seks anal
7. Pernah berhubungan seksual dengan PSK tanpa pelindung
8. Pernah berhubungan seksual dengan ODHA
9. Riwayat menderita ulkus kelamin,GO
1. Terasa sakit saat kencing
2. Keluar cairan/nanah dari alat kelamin
3. Terjadi pembengkakan pada buah pelir dan terasa sakit atau panas
penyebab terjadinya IMS pada seseorang :
1. Adanya Duh tubuh pada mitra seksual
2. Umur <21 tahun
3. >1pasangan seksual
4. Pasangan seksual baru 3 bulan terakhir
5. Belum menikah
6. Pernah seks anal
7. Pernah berhubungan seksual dengan PSK tanpa pelindung
8. Pernah berhubungan seksual dengan ODHA
9. Riwayat menderita ulkus kelamin,GO
(ISR)
Kesehatan reproduksi adalah kesejahteraan
fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit
atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem
reproduksi dan fungsi-fungsinya serta proses- prosesnya. Oleh karena itu, kesehatan
reproduksi berarti orang dapat mempunyai kehidupan seks yang memuaskan
dan aman, dan bahwa mereka memiliki kemapuan untuk bereproduksi dan kebebasan
untuk menentukan apakah mereka ingin melakukannya, bilamana dan seberapa
seringkah. Termasuk terakhir ini adalah hak pria dan wanita untuk memperoleh
informasi dan mempunyai akses terhadap cara-cara keluarga berencana yang aman,
efektif dan terjangkau, pengaturan fertilitas yang tidak melawan hukum, hak
memperoleh pelayanan pemeliharaan kesehatan kesehatan yang memungkinkan para
wanita dengan selamat menjalani kehamilan dan melahirkan anak, dan memberikan
kesempatan untuk memiliki bayi yang sehat.
Sejalan dengan itu pemeliharaan kesehatan
reproduksi merupakan suatu kumpulan metode, teknik dan pelayanan yang
mendukung kesehatan dan kesejahteraan reproduksi melalui pencegahan dan
penyelesaian masalah kesehatan reproduksi. Ini juga mencakup kesehatan seksual,
yang bertujuan meningkatkan status kehidupan dan hubungan-hubungan perorangan,
dan bukan semata-mata konseling dan perawatan yang bertalian dengan reproduksi
dan penyakit yang ditularkan melalaui hubungan seks.
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) semakin disadari
telah menjadi masalah kesehatan dunia yang berdampak kepada laki-laki dan
perempuan. Dampaknya mulai dari kemandulan, kehamilan ektopik (di luar
kandungan), nyeri kronis pada panggul, keguguran, meningkatkan risiko tertular
HIV, hingga kematian.
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) berkait erat dengan
Penyakit menular seksual (PMS). Penularan Infeksi Saluran Reproduksi ini tidak
hanya melalui hubungan seksual saja, tetapi bisa disebabkan berlebihnya
pertumbuhan organisme aman, kelahiran enggak aman dan pemasangan alat
kontrasepsi (IUD) yang tidak steril.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan masalah yang dapat di ambil dari latar belakang di atas adalah
sebagai berikut :
1.
Pengertian
dari Infeksi saluran Reproduksi
2.
Jenis-jenis
Infeksi Saluran Reproduksi
3.
Penyakit
Menular Seksual
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Infeksi
Saluran Reproduksi (ISR)
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) adalah masuk
dan berkembangbiaknya kuman penyebab infeksi kedalam saluran reproduksi. Kuman
penyebab infeksi tersebut dapat berupa bakteri, jamur, virus dan parasit.
Perempuan lebih mudah terkena ISR dibandingkan
laki-laki, karena saluran reproduksi perempuan lebih dekat ke anus dan saluran
kencing. ISR pada perempuan juga sering tidak diketahui , karena gejalanya
kurang jelas dibandingkan laki-laki.
Gejala dan komplikasi
ISR sering tanpa gejala, khususnya
pada perempuan. Hingga kini belum ada informasi yang cukup rinci tentang ISR
apalagi mengenai Perawatan yang dapat dilakukan oleh pengidap Penyakit ini.
Beberapa infeksi yang terjadi dapat menyebabkan ketidak suburan, setiap ISR,
Seperti chancroid, herpes: dan sipilis dapatkan kemungkinan lebih besar (Lande,
1993).
Penyakit-penyakit infeksi. pada,
organ reproduksi bila tidak diobati dengan sempurna, akan menimbulkan
komplikasi berupa penyakit radang panggul (PRP) dan bisa berdampak kemadulan,
gangguan pada kehamilan (abortus, lahir prematur) atau bahkan menyebabkan bayi
lahir cacat, serta kemungkinan terjadinya kanker leher rahim. Menurut
penelitian Prof Sumapradja, sekitar 42 persen penyebab kemandulan pada
perempuan adalah akibat, dari faktor saluran telur (tuba), karena adanya
infeksi saluran telur (komplikasi ISR) sehingga menyebabkan perlengketan atau
penyumbatan saluran telur, hingga sel telur dan sperm menjadi sulit bertemu.
2.2 Jenis-jenis
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR)
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR)
adalah terminologi umum yang digunakan untuk tiga jenis infeksi pada saluran
reproduksi:
a.
ISR Endogen,
mungkin merupakan jenis ISR yang pa-ling umum di dunia. Timbul sebagai
akibat dari pertumbuhan tidak normal organisme yang seharusnya tumbuh normal di
dalam vagina. Masuk dalam jenis ini adalah vaginosis bakteri dan
kandidiasis yang dapat dengan mudah disembuhkan. ISR endogen juga
dihubungkan dengan persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR).
b.
ISR Iatrogenik
atau yang berhubungan dengan prosedur medis timbul ketika penyebab infeksi
(bakteri atau mikroorganisme lainnya) masuk ke dalam saluran reproduksi melalui
prosedur medis yang kurang/tidak steril. Misalnya induksi haid, aborsi,
pemasangan AKDR (IUD), saat melahirkan, atau bila infeksi yang sudah ada di
saluran reproduksi bagian bawah menyebar melalui mulut rahim hingga ke saluran
reproduksi bagian atas.
Beberapa gejala yang mungkin timbul
antara lain:
a) Rasa sakit
di sekitar panggul
b) Demam tinggi
secara tiba-tiba
c) Menggigil
Haid tidak teratur
d) Cairan
vagina yang tidak normal
e) Timbul rasa
sakit saat berhubungan seksual
c.
penyakit
menular seksual (PMS) yaitu ISR yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan
seks dengan pasangan yang telah terinfeksi termasuk diantaranya trikomoniasis,
gonore, klamidia, sifilis, ulkus mole, HIV/AIDS, kondiloma akuminata, herpes
genital dan lain-lain
Akibat ISR Pada perempuan dapat
menyebabkan kehamilan diluar kandungan, kemandulan, kanker leher rahim,
meningkatkan resiko HIV, kelainan pada janin (BBLR, infeksi bawaan sejak lahir,
bayi lahir mati dan bayi lahir belum cukup umur).
Dampak negatif ISR sangat serius,
terutama bagi perempuan, antara lain (Buzsa, 1999):
a) Komplikasi kehamilan
b)
Penyakit
Radang Panggul (PRP) yang dapat berkem-bang dan menyebabkan kemandulan,
kehamilan di luar kandungan, serta rasa sakit yang berkepan-jangan.
c)
Meningkatkan
risiko penularan HIV.
d)
Banyak ISR
yang gejala dan tanda-tandanya tidak dirasakan, terutama pada perempuan, hingga
ter-lambat untuk menghin-dari kerusakan pada organ reproduksi.
e)
30-70% kasus
Human Papilloma Virus (HPV) berakhir dengan kanker mulut rahim (serviks)
yang merupakan kanker ter-banyak yang ditemukan pada perempuan, yaitu 370.000
kasus baru tiap tahunnya, dan 80% di antaranya di negara berkembang.
ISR dan berbagai penyakit yang
ditimbulkannya tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan tetapi juga tingkat
produktivitas dan kualitas hidup perempuan maupun laki-laki, yang pada akhirnya
seluruh masyarakat.
ISR tidak seperti infeksi lainnya,
mereka sangat lekat dengan stigma dan merefleksikan adanya ketidaksetaraan
antara perempuan dan laki-laki.
2.3 Penyakit
Menular Seksual (PMS)
Penyakit menular seksual (PMS) adalah
penyakit yang cara penularannya terutama melalui hubungan seksual, baik secara
heteroseksual maupun homoseksual. PMS juga diartikan sebagai penyakit kelamin
yang ditularkan melalui hubungan seksual yang menyerang sekitar alat kelamin.
Penyakit Menular Seksual (PMS)
disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit mikroor-ganisme yang sebagian
besar ditularkan melalui hubungan seks dengan pasangan yang telah terinfeksi.
Beberapa di antaranya dapat diobati akan tetapi banyak pula yang tidak dapat
diobati seperti HIV/AIDS. PMS dapat menyerang laki-laki maupun perempuan, dan
juga dapat ditularkan dari seorang ibu kepada anaknya selama kehamilan dan
persalinan.
2.4 Hubungan
Organ-Organ Reproduksi dengan PMS
a)
Pada wanita PMS
menghancurkan dinding vagina/leher rahim, dengan atau tanpa gejala-gejala
infeksi
b)
Pada pria,
yang terinfeksi lebih dulu adalah saluran air kencing dan jika tidak diobati
akan menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan berakibat sakit pada saat
baung air kecil
c)
PMS yang
tidak diobati akan dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi bagian dalam dan
menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita
Bagian tubuh yang dapat terpengaruh PMS
a)
Pada wanita,
slauran indung telur, indung telur, rahim, kandung kemih, leher rahim, vagina,
saluran kencing (urethra), anus
b)
Pada pria,
kandung kemih, vas deferens, prostate, penis, epididimis, testis, urethra,
skrotum, seminal vesikel, anus
Alasan utama wanita lebih rentan tertular PMS
dibanding pria
Saat berhubungan seksual, dinding
vagina dan leher rahim langsung terpapar oleh cairan sperma, jiak sperma
terinfeksi dengan PMS maka wanita tersebut akan terinfeksi. Jika wanita
terinfeksi PMS, dia tidak selalu menunjukan gejala, namun besar kemungkinan
infeksi meluas dan menimbulkan komplikasi. Banyak orang khususnya wanita dan
remaja yang enggan untuk mencari pengobatan, karena mereka tidak ingin
keluarga/masyarakat mengetahui jika mereka menderita PMS, akibatnya PMS baru
diketahui saat sudah stadium lanjut.
2.5 Pencegahan
Strategi terbaik adalah mencegah
infeksi baru dengan memutus jalur penularannya.
ISR endogen dapat dicegah melalui
peningkatan kebersihan individu (misalnya dengan menghindari penggunaan vaginal
douching atau pembasuh/pembersih vagina). Dampak negatifnya dapat dikurangi
melalui peningkatan akses pada fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu dan
promosi perilaku mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan.
ISR iatrogenik dapat dicegah melalui
sterilisasi peralatan medis yang digunakan, kedisiplinan untuk mengikuti
protokol standar penggunaan peralatan yang steril selama pemeriksaan, serta
skrining atau pengobatan terhadap ISR sebe-lum melaksanakan prosedur medis.
PMS dapat dicegah dengan menghindari
hubungan seks atau mengadopsi strategi perilaku "seks yang aman",
termasuk perilaku monogami, seks tanpa penetrasi (seks oral), dan penggunaan
kondom pria dan/atau kondom wanita yang benar dan konsisten.
·
PRE-MENSTRUAL SYNDROME (PMS)
·
a. Definisi Pre-Menstrual Syndrome (PMS)
Pre-Menstrual syndrome adalah sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari kedua sampai hari keempat belas sebelum menstruasi dan yang mereda hampir sesegera menstruasi berawal (Shreeve, 1989;15). Menurut Dalton (1983), sindrom pramenstruasi adalah kambuhnya gejala-gejala pada saat pramenstruasi dan menghilang setelah menstruasi tiba. Sedangkan Magos mendefinisikan sindrom pramenstruasi sebagai gejala fisik, psikologis dan perilaku yang menyusahkan yang tidak disebabkan oleh penyakit organic, yang secara teratur berulang selama fase siklus yang banyak mengalami regresi atau menghilang selama waktu haid yang tersisa.
Pre-Menstrual syndrome adalah sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari kedua sampai hari keempat belas sebelum menstruasi dan yang mereda hampir sesegera menstruasi berawal (Shreeve, 1989;15). Menurut Dalton (1983), sindrom pramenstruasi adalah kambuhnya gejala-gejala pada saat pramenstruasi dan menghilang setelah menstruasi tiba. Sedangkan Magos mendefinisikan sindrom pramenstruasi sebagai gejala fisik, psikologis dan perilaku yang menyusahkan yang tidak disebabkan oleh penyakit organic, yang secara teratur berulang selama fase siklus yang banyak mengalami regresi atau menghilang selama waktu haid yang tersisa.
·
Perubahan tersebut terjadi sampai saat menstruasi
tiba. Perubahan suasana hatilah yang paling dirasakan oleh banyak wanita,
wanita menjadi tidak sabar dan sering marah, baik dalam bentuk kemarahan
irasional tanpa kekerasan ataupun dengan kekerasan fisik. Perasaan lain yang
timbul bersamaan dengan kemarahan adalah ketegangan yang hebat (Shreeve,
1989;15). Arti kata premenstrum yang digunakan secara longgar meliputi fase
luteal siklus menstruasi yaitu dari ovulasi hingga menstruasi. Konteks ini,
premenstrum meliputi 4 hari sebelum menstruasi. Hari-hari tersebut
gejala-gejala yang hebat sindroma menstruasi timbul, meskipun demikian
gejala-gejala yang mungkin muncul sewaktu-waktu selama fase luteal. Gejala
dimulai selama premenstrum, berlanjut selama hari-hari pertama atau kedua
menstruasi yang sangat sedikit dan sebelum aliran darah menstruasi banyak
keluar (Dalton, 1983).
Penelitian dr. Katharina Dalton dari Inggris didapatkan adanya tanda-tanda sociological yang berhubungan dengan PMS. Tanda-tanda sociological yang berat mengakibatkan gangguan tersebut hanya terjadi pada 40-50 % dari seluruh populasi wanita, sehingga tidak semua wanita menderita gangguan ini.
2. Gejala-gejala Premenstrual Syndrome
Ada 2 gejala-gejala pada saat premenstrual syndrome (Shreeve, 1989; 32-51), yaitu:
a). Gejala Fisik
Kenaikan berat badan§
Berat badan wanita biasanya naik beberapa pon selama satu atau dua hari sebelum menstruasi. Keadaan ini sebenarnya umum terjadi sehingga wanita-wanita yang berdiet telah dinasehatkan untuk menimbang berat badannya setiap minggu, bukan setiap hari. Berat tubuh wanita dapat naik beberapa pon sebelum menstruasi karena tertumpuknya cairan dalam tubuh.
Buah dada nyeri§
Gejala pramenstruasi lain yang sering terjadi adalah pembekkakan buah dada disertai nyeri. Tingkat ketaknyamanan bisa mulai dari meningkatnya kesensitifan sampai nyeri tekan akut. Retensi cairan pada tubuh juga berpengaruh pada buah dada. Bahkan buah dada merupakan tempat favorit bagi berkumpulnya cairan tersebut. Ada dua hal yang menyebabkan kepekaan buah dada yaitu pertama disebabkan karena retensi cairan pada jaringan-jaringan, kedua adalah meningkatnya persediaan darah sehingga aliran darah dalam jumlah yang meningkat melalui kulit dan jaringan dibawahnya akan meningkatkan kepekaan.
Sakit Kepala dan Migren§
Sakit kepala adalah gejala lain yang umum terjadi pada saat pramenstruasi, dan beberapa wanita harus menghadapi masa pramenstruasi dengan rasa takut karena sakit kepala yang dirasakan. Sakit kepala pramenstruasi biasanya ada dua macam sehingga mudah untuk megetahui dan mengobatinya. Yang pertama adalah yang berpengaruh pada wajah dan kepala. Rasa sakit yang hebat terasa pada kepala atas, dahi, tulang pipi dan mata, kadang-kadang terasa juga pada gigi atas. Sakit kepala jenis ini sebenarnya merupakan gejala lain dari tertimbunnya cairan dan sebagian besar karena sinus (lubang yang menghubungkan lubang hidung dan batok kepala) tertutup oleh sel-sel yang membengkak. Jalan udara melalui hidung juga tersumbat sehingga dapat mengalami kesulitan bila bernafas. Yang kedua adalah yang disebabkan oleh ketegangan. Kita telah mengetahui bahwa ketegangan adalah penyebab utama penyakit. Pada sakit kepala jenis kedua ini, dahi terasa berdenyut-denyut dan seakan-akan sebuah pita logam melingkari kepala kita yang semakin lama mengikat semakin kencang. Migren juga bisa terjadi sebagai bagian dari pramenstruasi. Orang yang memang mempunyai migren cenderung mendapat serangan pada saat pramenstruasi. Orang lain mungkin hanya mendapatkan serangan migren sekali saja selama pramenstruasi dan tidak merasakannya pada waktu lain. Sama halnya dengan sakit kepala karena ketegangan, serangan migren dan nyeri disebabkan oleh kontraksi pembuluh darah yang memasok otak, diikuti dengan fase relaksasi.
Kecenderungan untuk mendapat celaka§
Kecanggungan dan kecenderungan yang makin besar untuk mendapat kecelakaan adalah faktor sindrom pramenstruasi yang sudah terbukti. Kecelakaan tersebut bukan saja yang terjadi di luar rumah ketika sedang menggunakan mesin atau mengendarai mobil, tetapi juga di dalam rumah. Seperti: cenderung menjatuhkan sesuatu, memotong jari sendiri, terbentur tembok atau benda-benda keras, bahkan tersandung, jatuh atau kehilangan keseimbangan.
Pegal dan Nyeri§
Nyeri menstruasi disebut dismenorhea spasmodic (pegal). Nyeri ini disebabkan karena otot tertentu mengejang sementara darah dan pelapis rahim terdorong ke luar. Rasa sakit terdapat pada punggung bawah dan bagian perut bawah, perut terasa tertarik-tarik dan semua rasa sakit yang timbul ini dapat mempengaruhi sebelum menstruasi tiba. Pegal dan nyeri lain menyangkut otot-otot dan persendian. Penyebab utamanya ada dua macam, salah satunya adalah tekanan yang meningkat pada jaringan akibat dari berkumpulnya cairan yang tertimbun nyeri. Penyebab lainnya adalah bertambahnya ketegangan pada urat-urat otot. Ketegangan ini timbul karena perubahan pada proses pramenstruasi sel-sel otot atau karena tegangan dalam diri pribadi penderita sendiri.
Gangguan pada kulit§
Gangguan pada kulit adalah salah satu gejala ringan sindrom pramenstruasi. Wanita merasa bahwa kulitnya makin cenderung berjerawat selama minggu pramenstruasi. Wajah penuh dengan jerawat, bintik-bintik dan tampak sehalus biasanya. Kulit dapat juga tampak membengkak. Karena keadaan kulit yang lemah, maka kecenderungan untuk alergipun meningkat. Keadaan ini disebabkan oleh perubahan hormon pada tubuh selama perkembangan kedewasaan.
Nafsu makan yang berlebih§
Pada saat pramenstruasi wanita akan memiliki nafsu makan berlebihan. Selama masa pramenstruasi anda merasa depresif dan membutuhkan hiburan serta semangat dari orang lain.
b). Gejala Psikologis
Ketegangan§
Kerja otak dan kerja tubuh selalu dibatasi oleh satu benang pembatas yang tipis. Walaupun demikian, ketegangan dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik seperti juga menyebabkan sejumlah besar tekanan mental. Ketegangan mental dapat meningkatkan ketegangan pada otot-otot sehingga menimbulkan kekakuan, kecanggungan, dan pegal pada anggota gerak serta persendian. Ketegangan otot yang meningkat adalah salah satu aspek mekanisme reflek “lawan atau lari” dan ada hubungannya dengan makin banyaknya pengeluaran zat adrenalin oleh kelenjar adrenalin. Kadar adrenalin yang meningkat dalam darah juga bertanggung jawab atas peningkatan denyut jantung, mulut yang kering dan nafas yang terasa sesak serta cepat.
Rasa cepat marah§
Rasa marah dapat merupakan cetusan dari ketegangan di dalam diri dan dapat mengakibatkan percekcokan dalam rumah tangga dan kesengsaraan bagi diri sendiri. Kemarahan juga dapat timbul dalam bentuk kekerasan fisik.
Depresi§
Depresi adalah gejala umum lain dari sindrom pramenstruasi. Tingkat depresi bervariasi dari kemurungan setiap bulan sampai ke kekacauan batin yang serius dan mengarah pada bunuh diri. Salah satu ciri depresi pramenstruasi adalah kecepatannya untuk mengubah sehingga wanita yang biasanya stabil dan bahagiapun bisa mengalami perubahan batin pada awal mulai sindrom. Perubahan suasana hati, misalnya dari riang menjadi murung, suka marah, dan suka menangis adalah ciri-ciri dari penyakit ini. Bila depresi yang hebat merupakan salah satu gejala sindrom pramenstruasi, maka depresi tersebut akan terjadi secara teratur selama masa pramenstruasi dan hilang dengan sendirinya setelah menstruasi tiba. Aspek-aspek depresi yang biasanya mempengaruhi penderita sindrom pramenstruasi ialah perasaan tak berguna, tak ada gairah seks dan kurang percaya diri.
Kelesuan§
Kelesuan sering dialami oleh penderita sindrom pramenstruasi, terutama mereka yang cenderung merasa depresif selama masa ini. Mungkin ini karena kelesuan merupakan ciri umum pada penyakit depresi yang biasa.
Berkurangnya daya konsentrasi§
Kurangnya konsentrasi dan daya ingat adalah gejala yang umum dari sindrom pramenstruasi dan dapat disembuhkan bila kita mengobati penyebab yang mendasarinya.
3. Teori Penyebab Pre-Menstrual Syndrome
Selama ini teori yang telah dikenal tentang penyebab sindroma pre-menstruasi adalah antara lain disebabkan karena kurangnya progesteron. Selama bertahun-tahun teori ini mendapat dukungan yang cukup banyak dan terapi progesteron biasa dipakai untuk mengatasi problem premenstruasi. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa terapi progesteron kelihatan tidak efektif bagi kebanyakan wanita, selain kadar progesteron pada penderita tidak menurun secara konsisten. Bila kadar progesteron yang menurun dapat ditemukan hampir pada semua wanita yang menderita sindroma pre-menstruasi, maka dapat dipahami bahwa kekurangan hormon ini merupakan sebab utama. Sebagian wanita yang menderita sindroma pre-menstruasi terjadi penurunan kadar progesteron dan dapat sembuh dengan penambahan progesteron, akan tetapi banyak juga wanita yang menderita gangguan premenstruasi hebat tapi kadar progesteronnya normal (Shreeve, 1983).
Teori lain menyatakan bahwa penyebab sindroma pre-menstruasi adalah karena meningkatnya kadar estrogen dalam darah, yang akan menyebabkan gejala depresi dan khususnya gangguan mental. Kadar estrogen yang meningkat akan mengganggu proses kimia tubuh termasuk vitamin B6 (Piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi karena berfungsi mengontrol produksi serotonin. Serotonin penting sekali bagi otak dan syaraf, dan kurangnya persediaan zat ini dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan depresi. Depresi yang berhubungan dengan penggunaan pil kontrasepsi disebabkan oleh estrogen sintesis yang terkandung dalam pil kontrasepsi tersebut (Shreeve, 1983). Batas tertentu estrogen menyebabkan retensi garam dan air serta berat badannya bertambah. Mereka yang mengalami akan menjadi mudah tersinggung, tegang, perasaan tidak enak (premenstrual tension), dan gejala-gejala dapat dicegah bila pertambahan berat dicegah. Peranan estrogen pada premenstrual tension tidak nyata, sebab ketegangan ini timbul terlambat pada siklus tidak pada saat ovulasi waktu sekresi estrogen berada pada saat puncaknya. Kenaikan sekresi vasopresin kemungkinan berperan pada retensi cairan pada saat premenstruasi (Ganong, 1983).
Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin. Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah estrogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal. Wanita yang mempunyai kadar prolaktin cukup tinggi dapat disembuhkan dengan menekan produksi prolaktin (Shreeve, 1983).
Akan tetapi sekarang orang percaya bahwa penyebab utamanya adalah adanya kekurangan zat dalam tubuh yang dinamakan asam lemak esensial (ALE). Dan ketidakstabilan hormon dalam tubuh dapat disebabkan karena kurangnya ALE tersebut.
4. Pereda Gejala-gejala Pre-Menstrual Syndrome
Ada beberapa macam pereda terhadap wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi (Shreeve, 1989; 120-136), yaitu:
Penimbunan cairan dan garam§
Sudah jelas bahwa jika ginjal membantu proses penimbunan cairan di dalam tubuh ketimbang mengahsilkan urin untuk mengeluarkan cairan tersebut, maka jalan yang baik untuk menghindari hal ini adalah mengurangi cairan yang diminum. Tetapi janganlah mengurangi terlalu banyak, karena air dalam bentuk apapun juga merupakan syarat penting bagi kesehatan dan kehidupan. Air bertanggung jawab atas lima puluh persen berat tubuh wanita (dan enam puluh persen pada tubuh pria, perbedaan ini disebabkan karena wanita lebih berlemak dibanding pria dan lemak tidak mengandung air). Selain itu juga dengan mengurangi jumlah garam yang dimakan.
Yoga dan relaksasi§
belajar dan berlatih yoga dapat membantu kita lewat tiga cara, kalau kita menderita sindrom pramenstruasi. Pertama, sikap tubuh serta teknik pernapasan memang dirancang untuk menciptakan keadaan damai dan tidak tegang bagi si pelaku, baik fisik maupun mental. Kedua, yang bisa membuat yoga membantu banyak wanita adalah dengan mengajar seseorang memelihara sikap yang tegak dan seimbang. Dengan cara ini banyak gangguan kelelahan dan kelesuan dapat teratasi, juga rasa sakit punggung bagian bawah yang banyak diderita oleh para penderita sindrom pramenstruasi. Dan yang ketiga adalah sejumlah sikap yoga yang sangat menguntungkan para penderita dismenorhea kongestif. Sikap-sikap tersebut antara lain: sikap bajak, ikan, kobra, uddiyana dan tumpuan.
Terapi vitamin§
Tambahan vitamin piridoksin sangat membantu wanita pada saat kebutuhan akan vitamin itu memang bertambah yaitu melebihi keadaan normal (ini disebabkan karena tidak seimbangnya keadaan hormon). Gejala-gejala khusus yang dapat dibantu diatasi oleh piridoksin termasuk sakit kepala dan depresi pramenstruasi. Vitamin tersebut bernilai sangat tinggi bagi mereka yang menderita penimbunan cairan.
Obat diuretik§
Obat diuretic seringkali diesepkan bagi wanita yang menderita sindrom pramenstruasi. Karena obat ini dapat memobilisasi kelebihan cairan yang tertahan oleh jaringan. Kritik yang utama terhadap terapi ini adalah bahwa terapi ini hanya menangani gejalanya saja, tetapi tidak bermanfaat untuk memperbaiki penyebab tertahannya air dlam jaringan. Fungsi utama dari diuretik ini adalah untuk merangsang saluran ginjal membuang sejumlah garam mineral dari tubuh kita, terutama potassium klorida. Dengan demikian sejumlah besar air akan ikut keluar bersama garam tersebut, yang biasanya takmungkin terkeluarkan kalau yidak dengan sejumlah tertentu air.
Terapi hormon§
Mencoba mengatasi sindrom pramenstruasi dengan hormon-hormon buatan merupakan cara yang baik dalam arah yang benar. Ketidkseimbangan hormon diketahui memegang peran penting dalam munculnya gejala-gejala pramenstruasi. Tetapi ini bukanlah jawaban teakhir. Pertama, tidak semua tubuh wanita memberi respon untuk tercapainya tujuan pengobatan tersebut. Kedua, karena sekarang sudah diketahui bahwa gangguan hormon merupakan efek gangguan pramenstruasi, sedangkan penyebab utamanya adalah kurangnya asam lemak.
Terapi bromokriptin§
wanita penderita sindrom pramenstruasi dapat mengahasilkan hormone prolaktin yang cukup besar melalui kelenjar hipofisisnya. Inilah yang menjadi penyebab terganggunya keseimbangan hormon dan timbulnya gejala-gejala kekurangan progesteron. Mereka bisa tertolong dengan pengguanaan bromokriptin yang dapat mengurangi jumlah prolaktin dalam darah dan mengurangi pengeluarannya melalui kelenjar hipofisis. Terapi bromokriptin diberikan apabila obat-obatan lain sudah tidak mampu menolong lagi. Ini dianggap jalan terakhir, karena obat ini cukup berat dan memiliki efek samping yang kurang menyenangkan. Bromokriptin dibuat dengan nama dagang Parlodel, yang berfungsi untuk menyembuhkan rasa sakit pada buah dada. Tetapi selain itu jugadapat membantu mengatasi sakit kepala dan perubahan emosional penderita serta pembengkakan yang ada.
Obat penenang§
Obat penenang juga cukup menimbulkan masalah. Obat penenang memang membantu mengurangi rasa jengkel dan tersinggung juga rasa ingin marah, tetapi bersamaan dengan itu obat ini juga menghambat sejumlah fungsi otak termasuk pusat tempat emosi dirasakan.
Penelitian dr. Katharina Dalton dari Inggris didapatkan adanya tanda-tanda sociological yang berhubungan dengan PMS. Tanda-tanda sociological yang berat mengakibatkan gangguan tersebut hanya terjadi pada 40-50 % dari seluruh populasi wanita, sehingga tidak semua wanita menderita gangguan ini.
2. Gejala-gejala Premenstrual Syndrome
Ada 2 gejala-gejala pada saat premenstrual syndrome (Shreeve, 1989; 32-51), yaitu:
a). Gejala Fisik
Kenaikan berat badan§
Berat badan wanita biasanya naik beberapa pon selama satu atau dua hari sebelum menstruasi. Keadaan ini sebenarnya umum terjadi sehingga wanita-wanita yang berdiet telah dinasehatkan untuk menimbang berat badannya setiap minggu, bukan setiap hari. Berat tubuh wanita dapat naik beberapa pon sebelum menstruasi karena tertumpuknya cairan dalam tubuh.
Buah dada nyeri§
Gejala pramenstruasi lain yang sering terjadi adalah pembekkakan buah dada disertai nyeri. Tingkat ketaknyamanan bisa mulai dari meningkatnya kesensitifan sampai nyeri tekan akut. Retensi cairan pada tubuh juga berpengaruh pada buah dada. Bahkan buah dada merupakan tempat favorit bagi berkumpulnya cairan tersebut. Ada dua hal yang menyebabkan kepekaan buah dada yaitu pertama disebabkan karena retensi cairan pada jaringan-jaringan, kedua adalah meningkatnya persediaan darah sehingga aliran darah dalam jumlah yang meningkat melalui kulit dan jaringan dibawahnya akan meningkatkan kepekaan.
Sakit Kepala dan Migren§
Sakit kepala adalah gejala lain yang umum terjadi pada saat pramenstruasi, dan beberapa wanita harus menghadapi masa pramenstruasi dengan rasa takut karena sakit kepala yang dirasakan. Sakit kepala pramenstruasi biasanya ada dua macam sehingga mudah untuk megetahui dan mengobatinya. Yang pertama adalah yang berpengaruh pada wajah dan kepala. Rasa sakit yang hebat terasa pada kepala atas, dahi, tulang pipi dan mata, kadang-kadang terasa juga pada gigi atas. Sakit kepala jenis ini sebenarnya merupakan gejala lain dari tertimbunnya cairan dan sebagian besar karena sinus (lubang yang menghubungkan lubang hidung dan batok kepala) tertutup oleh sel-sel yang membengkak. Jalan udara melalui hidung juga tersumbat sehingga dapat mengalami kesulitan bila bernafas. Yang kedua adalah yang disebabkan oleh ketegangan. Kita telah mengetahui bahwa ketegangan adalah penyebab utama penyakit. Pada sakit kepala jenis kedua ini, dahi terasa berdenyut-denyut dan seakan-akan sebuah pita logam melingkari kepala kita yang semakin lama mengikat semakin kencang. Migren juga bisa terjadi sebagai bagian dari pramenstruasi. Orang yang memang mempunyai migren cenderung mendapat serangan pada saat pramenstruasi. Orang lain mungkin hanya mendapatkan serangan migren sekali saja selama pramenstruasi dan tidak merasakannya pada waktu lain. Sama halnya dengan sakit kepala karena ketegangan, serangan migren dan nyeri disebabkan oleh kontraksi pembuluh darah yang memasok otak, diikuti dengan fase relaksasi.
Kecenderungan untuk mendapat celaka§
Kecanggungan dan kecenderungan yang makin besar untuk mendapat kecelakaan adalah faktor sindrom pramenstruasi yang sudah terbukti. Kecelakaan tersebut bukan saja yang terjadi di luar rumah ketika sedang menggunakan mesin atau mengendarai mobil, tetapi juga di dalam rumah. Seperti: cenderung menjatuhkan sesuatu, memotong jari sendiri, terbentur tembok atau benda-benda keras, bahkan tersandung, jatuh atau kehilangan keseimbangan.
Pegal dan Nyeri§
Nyeri menstruasi disebut dismenorhea spasmodic (pegal). Nyeri ini disebabkan karena otot tertentu mengejang sementara darah dan pelapis rahim terdorong ke luar. Rasa sakit terdapat pada punggung bawah dan bagian perut bawah, perut terasa tertarik-tarik dan semua rasa sakit yang timbul ini dapat mempengaruhi sebelum menstruasi tiba. Pegal dan nyeri lain menyangkut otot-otot dan persendian. Penyebab utamanya ada dua macam, salah satunya adalah tekanan yang meningkat pada jaringan akibat dari berkumpulnya cairan yang tertimbun nyeri. Penyebab lainnya adalah bertambahnya ketegangan pada urat-urat otot. Ketegangan ini timbul karena perubahan pada proses pramenstruasi sel-sel otot atau karena tegangan dalam diri pribadi penderita sendiri.
Gangguan pada kulit§
Gangguan pada kulit adalah salah satu gejala ringan sindrom pramenstruasi. Wanita merasa bahwa kulitnya makin cenderung berjerawat selama minggu pramenstruasi. Wajah penuh dengan jerawat, bintik-bintik dan tampak sehalus biasanya. Kulit dapat juga tampak membengkak. Karena keadaan kulit yang lemah, maka kecenderungan untuk alergipun meningkat. Keadaan ini disebabkan oleh perubahan hormon pada tubuh selama perkembangan kedewasaan.
Nafsu makan yang berlebih§
Pada saat pramenstruasi wanita akan memiliki nafsu makan berlebihan. Selama masa pramenstruasi anda merasa depresif dan membutuhkan hiburan serta semangat dari orang lain.
b). Gejala Psikologis
Ketegangan§
Kerja otak dan kerja tubuh selalu dibatasi oleh satu benang pembatas yang tipis. Walaupun demikian, ketegangan dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik seperti juga menyebabkan sejumlah besar tekanan mental. Ketegangan mental dapat meningkatkan ketegangan pada otot-otot sehingga menimbulkan kekakuan, kecanggungan, dan pegal pada anggota gerak serta persendian. Ketegangan otot yang meningkat adalah salah satu aspek mekanisme reflek “lawan atau lari” dan ada hubungannya dengan makin banyaknya pengeluaran zat adrenalin oleh kelenjar adrenalin. Kadar adrenalin yang meningkat dalam darah juga bertanggung jawab atas peningkatan denyut jantung, mulut yang kering dan nafas yang terasa sesak serta cepat.
Rasa cepat marah§
Rasa marah dapat merupakan cetusan dari ketegangan di dalam diri dan dapat mengakibatkan percekcokan dalam rumah tangga dan kesengsaraan bagi diri sendiri. Kemarahan juga dapat timbul dalam bentuk kekerasan fisik.
Depresi§
Depresi adalah gejala umum lain dari sindrom pramenstruasi. Tingkat depresi bervariasi dari kemurungan setiap bulan sampai ke kekacauan batin yang serius dan mengarah pada bunuh diri. Salah satu ciri depresi pramenstruasi adalah kecepatannya untuk mengubah sehingga wanita yang biasanya stabil dan bahagiapun bisa mengalami perubahan batin pada awal mulai sindrom. Perubahan suasana hati, misalnya dari riang menjadi murung, suka marah, dan suka menangis adalah ciri-ciri dari penyakit ini. Bila depresi yang hebat merupakan salah satu gejala sindrom pramenstruasi, maka depresi tersebut akan terjadi secara teratur selama masa pramenstruasi dan hilang dengan sendirinya setelah menstruasi tiba. Aspek-aspek depresi yang biasanya mempengaruhi penderita sindrom pramenstruasi ialah perasaan tak berguna, tak ada gairah seks dan kurang percaya diri.
Kelesuan§
Kelesuan sering dialami oleh penderita sindrom pramenstruasi, terutama mereka yang cenderung merasa depresif selama masa ini. Mungkin ini karena kelesuan merupakan ciri umum pada penyakit depresi yang biasa.
Berkurangnya daya konsentrasi§
Kurangnya konsentrasi dan daya ingat adalah gejala yang umum dari sindrom pramenstruasi dan dapat disembuhkan bila kita mengobati penyebab yang mendasarinya.
3. Teori Penyebab Pre-Menstrual Syndrome
Selama ini teori yang telah dikenal tentang penyebab sindroma pre-menstruasi adalah antara lain disebabkan karena kurangnya progesteron. Selama bertahun-tahun teori ini mendapat dukungan yang cukup banyak dan terapi progesteron biasa dipakai untuk mengatasi problem premenstruasi. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa terapi progesteron kelihatan tidak efektif bagi kebanyakan wanita, selain kadar progesteron pada penderita tidak menurun secara konsisten. Bila kadar progesteron yang menurun dapat ditemukan hampir pada semua wanita yang menderita sindroma pre-menstruasi, maka dapat dipahami bahwa kekurangan hormon ini merupakan sebab utama. Sebagian wanita yang menderita sindroma pre-menstruasi terjadi penurunan kadar progesteron dan dapat sembuh dengan penambahan progesteron, akan tetapi banyak juga wanita yang menderita gangguan premenstruasi hebat tapi kadar progesteronnya normal (Shreeve, 1983).
Teori lain menyatakan bahwa penyebab sindroma pre-menstruasi adalah karena meningkatnya kadar estrogen dalam darah, yang akan menyebabkan gejala depresi dan khususnya gangguan mental. Kadar estrogen yang meningkat akan mengganggu proses kimia tubuh termasuk vitamin B6 (Piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi karena berfungsi mengontrol produksi serotonin. Serotonin penting sekali bagi otak dan syaraf, dan kurangnya persediaan zat ini dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan depresi. Depresi yang berhubungan dengan penggunaan pil kontrasepsi disebabkan oleh estrogen sintesis yang terkandung dalam pil kontrasepsi tersebut (Shreeve, 1983). Batas tertentu estrogen menyebabkan retensi garam dan air serta berat badannya bertambah. Mereka yang mengalami akan menjadi mudah tersinggung, tegang, perasaan tidak enak (premenstrual tension), dan gejala-gejala dapat dicegah bila pertambahan berat dicegah. Peranan estrogen pada premenstrual tension tidak nyata, sebab ketegangan ini timbul terlambat pada siklus tidak pada saat ovulasi waktu sekresi estrogen berada pada saat puncaknya. Kenaikan sekresi vasopresin kemungkinan berperan pada retensi cairan pada saat premenstruasi (Ganong, 1983).
Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin. Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah estrogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal. Wanita yang mempunyai kadar prolaktin cukup tinggi dapat disembuhkan dengan menekan produksi prolaktin (Shreeve, 1983).
Akan tetapi sekarang orang percaya bahwa penyebab utamanya adalah adanya kekurangan zat dalam tubuh yang dinamakan asam lemak esensial (ALE). Dan ketidakstabilan hormon dalam tubuh dapat disebabkan karena kurangnya ALE tersebut.
4. Pereda Gejala-gejala Pre-Menstrual Syndrome
Ada beberapa macam pereda terhadap wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi (Shreeve, 1989; 120-136), yaitu:
Penimbunan cairan dan garam§
Sudah jelas bahwa jika ginjal membantu proses penimbunan cairan di dalam tubuh ketimbang mengahsilkan urin untuk mengeluarkan cairan tersebut, maka jalan yang baik untuk menghindari hal ini adalah mengurangi cairan yang diminum. Tetapi janganlah mengurangi terlalu banyak, karena air dalam bentuk apapun juga merupakan syarat penting bagi kesehatan dan kehidupan. Air bertanggung jawab atas lima puluh persen berat tubuh wanita (dan enam puluh persen pada tubuh pria, perbedaan ini disebabkan karena wanita lebih berlemak dibanding pria dan lemak tidak mengandung air). Selain itu juga dengan mengurangi jumlah garam yang dimakan.
Yoga dan relaksasi§
belajar dan berlatih yoga dapat membantu kita lewat tiga cara, kalau kita menderita sindrom pramenstruasi. Pertama, sikap tubuh serta teknik pernapasan memang dirancang untuk menciptakan keadaan damai dan tidak tegang bagi si pelaku, baik fisik maupun mental. Kedua, yang bisa membuat yoga membantu banyak wanita adalah dengan mengajar seseorang memelihara sikap yang tegak dan seimbang. Dengan cara ini banyak gangguan kelelahan dan kelesuan dapat teratasi, juga rasa sakit punggung bagian bawah yang banyak diderita oleh para penderita sindrom pramenstruasi. Dan yang ketiga adalah sejumlah sikap yoga yang sangat menguntungkan para penderita dismenorhea kongestif. Sikap-sikap tersebut antara lain: sikap bajak, ikan, kobra, uddiyana dan tumpuan.
Terapi vitamin§
Tambahan vitamin piridoksin sangat membantu wanita pada saat kebutuhan akan vitamin itu memang bertambah yaitu melebihi keadaan normal (ini disebabkan karena tidak seimbangnya keadaan hormon). Gejala-gejala khusus yang dapat dibantu diatasi oleh piridoksin termasuk sakit kepala dan depresi pramenstruasi. Vitamin tersebut bernilai sangat tinggi bagi mereka yang menderita penimbunan cairan.
Obat diuretik§
Obat diuretic seringkali diesepkan bagi wanita yang menderita sindrom pramenstruasi. Karena obat ini dapat memobilisasi kelebihan cairan yang tertahan oleh jaringan. Kritik yang utama terhadap terapi ini adalah bahwa terapi ini hanya menangani gejalanya saja, tetapi tidak bermanfaat untuk memperbaiki penyebab tertahannya air dlam jaringan. Fungsi utama dari diuretik ini adalah untuk merangsang saluran ginjal membuang sejumlah garam mineral dari tubuh kita, terutama potassium klorida. Dengan demikian sejumlah besar air akan ikut keluar bersama garam tersebut, yang biasanya takmungkin terkeluarkan kalau yidak dengan sejumlah tertentu air.
Terapi hormon§
Mencoba mengatasi sindrom pramenstruasi dengan hormon-hormon buatan merupakan cara yang baik dalam arah yang benar. Ketidkseimbangan hormon diketahui memegang peran penting dalam munculnya gejala-gejala pramenstruasi. Tetapi ini bukanlah jawaban teakhir. Pertama, tidak semua tubuh wanita memberi respon untuk tercapainya tujuan pengobatan tersebut. Kedua, karena sekarang sudah diketahui bahwa gangguan hormon merupakan efek gangguan pramenstruasi, sedangkan penyebab utamanya adalah kurangnya asam lemak.
Terapi bromokriptin§
wanita penderita sindrom pramenstruasi dapat mengahasilkan hormone prolaktin yang cukup besar melalui kelenjar hipofisisnya. Inilah yang menjadi penyebab terganggunya keseimbangan hormon dan timbulnya gejala-gejala kekurangan progesteron. Mereka bisa tertolong dengan pengguanaan bromokriptin yang dapat mengurangi jumlah prolaktin dalam darah dan mengurangi pengeluarannya melalui kelenjar hipofisis. Terapi bromokriptin diberikan apabila obat-obatan lain sudah tidak mampu menolong lagi. Ini dianggap jalan terakhir, karena obat ini cukup berat dan memiliki efek samping yang kurang menyenangkan. Bromokriptin dibuat dengan nama dagang Parlodel, yang berfungsi untuk menyembuhkan rasa sakit pada buah dada. Tetapi selain itu jugadapat membantu mengatasi sakit kepala dan perubahan emosional penderita serta pembengkakan yang ada.
Obat penenang§
Obat penenang juga cukup menimbulkan masalah. Obat penenang memang membantu mengurangi rasa jengkel dan tersinggung juga rasa ingin marah, tetapi bersamaan dengan itu obat ini juga menghambat sejumlah fungsi otak termasuk pusat tempat emosi dirasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar